Profil Keigo Higashino, Penulis Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya yang Meninggal Dunia
Titik balik kariernya terjadi pada 1985 ketika naskah After School memenangkan Edogawa Rampo Prize, penghargaan bergengsi bagi penulis novel misteri di Jepang. Novel tersebut kemudian diterbitkan dan menjadi karya debut yang membuka jalan bagi karier panjangnya di dunia sastra.
Sejak saat itu, Higashino nyaris tak pernah berhenti berkarya. Selama hidupnya, ia menghasilkan 106 buku, mulai dari novel misteri, thriller psikologis, hingga drama yang sarat pesan kemanusiaan.
Meski dikenal sebagai 'raja novel misteri', karya-karya Higashino tidak hanya menawarkan teka-teki yang rumit. Ia juga piawai mengangkat kisah tentang keluarga, pengorbanan, persahabatan, hingga penyesalan, sehingga membuat novel-novelnya mampu menyentuh emosi pembaca.
Salah satu karya yang paling populer di Indonesia adalah Keajaiban Toko Kelontong Namiya (The Miracles of the Namiya General Store). Novel tersebut mengisahkan tiga pemuda yang secara tak sengaja menemukan toko kelontong tua misterius yang dapat menghubungkan surat-surat dari masa lalu dan masa kini.

Melalui kisah yang hangat dan penuh makna, Higashino mengajak pembaca merenungkan pilihan hidup, penyesalan, serta pentingnya memberi harapan kepada orang lain. Novel ini menjadi salah satu karya yang memperlihatkan sisi berbeda dari Higashino, yang tidak hanya piawai merancang misteri, tetapi juga mampu menyentuh hati pembacanya.