Raim Laode Kenang Amal Buton: Sahabat Seperjuangan Selalu Ada saat Mendung
"Sepanjang subuh air mata jatuh dan tidak berhenti adalah tanda dia yang pergi sangat berarti di hati kita dan mengisi hari kita. Sampai sekarang masih tidak bisa diproses dengan kepala," ujarnya.
Raim juga memberikan kesaksian tentang kebaikan dan ketulusan Amal selama hidup. Menurut dia, Amal tidak hanya hadir ketika keadaan sedang bahagia, tetapi juga menjadi sosok yang setia menemani saat menghadapi masa sulit.
“Saya bersaksi kau orang baik Amal, hadir bukan hanya saat pelangi bersinar tetapi paling rajin di saat mendung. Saya satu dari banyaknya orang yang bilang sama tentang baikmu dan tulusmu. Senang bisa mengenalmu, sebuah kehormatan pernah tinggal denganmu dan mengisi malam-malam dengan canda tawamu," kata Raim.
Dia kemudian mengenang obrolan panjang bersama Amal tentang impian, masa depan hingga kehidupan di masa senja. Meski kini sang sahabat telah lebih dulu pergi, Raim berjanji tetap menjaga kenangan tersebut melalui doa.
“Kita rajin bercerita tentang masa depan dan masa senja. Lalu Allah panggil lebih dulu kau Mal. Tenang, kita akan rajin cerita lewat doa dan mimpi @amal_buton," ujarnya.