Ririn Ekawati Dibawa ke BNN Lido, Begini Reaksi Pengamat Gaya Hidup Sonny Muchlison
JAKARTA, iNews. Id – Artis cantik Ririn Ekawati menyita perhatian publik setelah ditangkap polisi pada Sabtu 7 Maret 2020, terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Hari ini Polres Metro Jakarta Barat membawa Ririn Ekawati ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Sukabumi, Jawa Barat untuk menjalani tes rambut dan darah.
Metode ini digunakan untuk memastikan apakah yang bersangkutan menggunakan narkotika atau tidak. Kasat Narkoba Polres Jakbar, Kompol Ronaldo Maranoda Siregar mengatakan, dari tiga orang yang ditangkap bersama dengan RE ada dua yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni DN dan ITY. Sementara itu, RE masih diperiksa dengan melakukan tes rambut dan darah.
"Untuk memastikan karena baru satu metode pemeriksaan (terhadap RE). Hari ini RE kami arahkan dibawa ke BNN untuk lakukan pemeriksaan rambut dan darah," kata Ronaldo di Polres Jakbar, Senin (9/3/2020).
Sementara itu, pengamat gaya hidup Sonny Muchlison mengaku kaget mendengar kabar soal Ririn Ekawati. Dia berharap Ririn bisa menyelesaikan masalahnya.
“Kaget banget, semoga Ririn bisa dijauhkan dari hal seperti itu. Saya mengenal Ririn sudah lama sejak di Kalimantan, bahkan jauh sebelum dia menikah,” katanya dihubungi iNews.id, Senin (9/3/2020).
Meskipun sering mengorbitkan para selebriti Tanah Air, Sonny mengaku itu merupakan tanggung jawab yang berat bagi dirinya.
“Potensi terlibat narkoba di ranah entertainment ini memang sangat tinggi. Saya sendiri sangat berat kalau disuruh mengorbitkan keluarga sendiri sampai dibilang sombong. Itu karena beban moralnya berat sekali untuk saya pribadi,” tutur Sonny.
Dia berpesan kepada Ririn dan rekan–rekan selebritis lainnya untuk tetap waspada dengan apa yang ada di depan mata kita. Jangan sampai terlibat dengan urusan yang bisa menghambat karier yang sudah dibangun sejak awal.
“Dunia ini bukan hanya tentang hitam dan putih, benar dan salah, tapi juga ada grey area yang harus kita waspadai. Justru di situ kita lebih harus berhati– hati karena bisa saja kita tidak tahu bahwa perbuatan kita itu sudah melenceng dari sesuatu yang benar,” ujar Sonny.
Editor: Tuty Ocktaviany