Ruben Onsu Minta Publik Berhenti Nyinyir usai Kembali Adopsi Anak Laki-Laki
"Karena dia melihat ada anak yang kemudian ditelantarkan di kardus, dan kemudian dia lihat kondisinya sangat mengiba sekali. Tidak ada orang yang mau merawatnya, dan ketika dia melihat kok ada chemistry, ya kemudian dia menawarkan dirinya untuk merawat anak itu," katanya.
Minola juga membantah anggapan Ruben mengadopsi anak laki-laki demi pencitraan atau karena ingin memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu. Dia menilai, spekulasi tersebut sudah terlalu jauh dan tidak sesuai dengan alasan Ruben mengambil keputusan tersebut.
"Jadi bukan karena pertimbangan ini supaya pencitraan, terus kemudian 'Oh, ini anak laki-laki ini akan dibesarkan karena dia laki-laki, bukan perempuan ini,' kan terlalu melebar kalau saya rasa," ucapnya.
Lebih lanjut, Minola menyayangkan sikap sejumlah warganet yang justru memandang negatif niat Ruben untuk membantu anak yang membutuhkan pengasuhan. Menurut dia, merawat anak telantar merupakan tindakan kemanusiaan yang tidak seharusnya menjadi bahan hujatan.
"Ini kan bukan satu hal yang jelek sebenarnya. Bukan suatu hal yang aib. Masa ada orang ingin mengasuh, menolong, merawat anak yang telantar terus itu dianggap sebagai suatu kejelekan? Ya kan ini berarti kita yang menilai itu jeleklah yang keliru pemikirannya," katanya.
Minola pun meminta masyarakat tidak terus-menerus mendramatisasi setiap tindakan Ruben dan menganggapnya sebagai sesuatu yang salah. Dia berharap publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan negatif atas keputusan kliennya mengasuh anak yang ditelantarkan.
Editor: Dani M Dahwilani