Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Digugat Wanprestasi Sarwendah, Ruben Onsu Belum Terima Panggilan Sidang
Advertisement . Scroll to see content

Ruben Onsu Respons Klaim Audit Nafkah Anak Sarwendah: Itu Hanya Cek Pengeluaran

Selasa, 06 Oktober 2026 - 18:39:00 WIB
Ruben Onsu Respons Klaim Audit Nafkah Anak Sarwendah: Itu Hanya Cek Pengeluaran
Pihak Ruben Onsu buka suara menanggapi klaim kubu Sarwendah yang menyebut telah melakukan audit terkait nafkah dan pengeluaran anak-anak. (Foto: Instagram Sarwendah/ Ruben)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pihak Ruben Onsu buka suara menanggapi klaim kubu Sarwendah yang menyebut telah melakukan audit terkait nafkah dan pengeluaran anak-anak. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang menilai istilah audit yang digunakan pihak Sarwendah tidak tepat.

Menurut Minola, audit keuangan seharusnya dilakukan oleh pihak ketiga yang independen. Pemeriksaan yang dilakukan secara internal atau oleh pihak yang menggunakan anggaran, kata dia, tidak dapat disebut sebagai audit.

"Audit itu harus dilakukan oleh pihak ketiga yang independen. Itu baru namanya audit. Tapi kalau kita mengaudit diri kita sendiri, itu bukan audit namanya. Itu hanya pengecekan balance pengeluaran," kata Minola Sebayang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

Minola kemudian memberikan perbandingan dengan mekanisme pemeriksaan keuangan di lembaga pemerintahan maupun swasta. Menurut dia, proses audit membutuhkan lembaga atau auditor yang memiliki independensi.

"Coba kita bandingkan dengan lembaga swasta atau pemerintahan. Boleh enggak misalnya satu departemen bilang 'kami sudah mengaudit diri kami dan kami wajar tanpa pengecualian (WTP)'? Enggak bisa. Yang mengaudit itu harus Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," ujar Minola.

Dia menilai audit tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan angka, tetapi juga menyangkut transparansi dan keadilan. Karena itu, auditor semestinya ditunjuk oleh pemilik anggaran atau disepakati bersama oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

"Audit itu harus dilakukan oleh orang yang ditunjuk oleh pemilik anggaran, atau ditunjuk bersama-sama agar tercipta yang namanya fairness. Dan orang yang menggunakan anggaran itu harus membuka seluas-luasnya akses bagi seorang auditor untuk memeriksa semua catatan keuangan. Itu baru namanya audit," katanya.

Minola juga mengimbau agar istilah audit tidak digunakan secara subjektif ketika disampaikan kepada publik. Dia mengibaratkan kondisi tersebut seperti seseorang yang melakukan penilaian terhadap aset miliknya sendiri.

"Sama seperti appraisal misalnya, 'saya sudah meng-appraisal rumah saya sekian miliar'. Semua orang pasti akan menghargai rumahnya mahal, tapi apakah itu valid? No. Yang valid itu kalau kita menunjuk independen appraisal," ujarnya.

Lebih lanjut, Minola mengaku heran dengan penggunaan istilah audit yang dilakukan secara mandiri oleh pihak Sarwendah. Dia pun menyampaikan tanggapannya dengan nada ringan.

"Audit juga seperti itu. Maka saya hanya bisa tersenyum ya kalau misalnya ada kata-kata audit sendiri," kata Minola Sebayang.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut