Sang Anak Menangis Menceritakan Pesan Terakhir Harry Moekti

Okezone.com ยท Senin, 25 Juni 2018 - 18:12 WIB
Sang Anak Menangis Menceritakan Pesan Terakhir Harry Moekti

Harry Moekti dimakamkan. (Foto: Okezone)

BOGOR, iNews.id – Pihak keluarga paling kehilangan atas kepergian mantan rocker yang kini menjadi penyiar agama, Harry Moekti. Inilah yang dirasakan oleh putra pertama Harry Moekti, Fakih Zulfikar.

Hal tersebut sangat dirasakan Fakih ketika mengenang pernyataan ayahnya saat terakhir kali bertemu Harry Moekti, Jumat 22 Juni 2018. Kala itu, Harry Moekti masuk ke dalam kamar Fakih untuk bermain bersama anaknya. Kemudian Harry Moekti sempat berbincang-bincang hingga membuatnya terdiam.

"Terakhir Jumat itu saya ngobrol sama abi. Sebelum tidur, abi ke kamar main sama anak saya. Terus bilang, 'Fotoin, videoin. Kalau abi kangen bisa lihat.  Kirimin terus ya, foto sama videonya'. Terus, 'Kalau abi pulang ke Allah, Aa siap ya'. Saya diam," kata Fakih usai pemakaman di Kampung Pasir Kuda, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Senin (25/6/2018).

Tidak lama kemudian, Harry Moekti pun sempat menyampaikan bahwa dirinya harus siap kapan pun untuk menggantikan posisi sebagai kepala keluarga.

"Digendong anak saya, terus kata Abi, 'Kalau abi enggak ada, kamu jadi kepala keluarga, buat gantiin abi, adik-adik saya, ibu saya'. Saya memang agak jarang ngobrol sama abi. Tapi sekalinya ngobrol itu sama abi, momennya selalu pas," kata Fakih menangis.

Di sisi lain, lanjut Fakih, Harry Moekti merupakan ayah yang penyabar mengahadapi anak-anaknya.

"Ya namanya laki-laki ya, kadang keinginan orangtua begini, saya begini. Tapi abi bijak, sabar. Setelah saya menikah, abi bilang, 'Nanti kamu rasakan jadi orangtua setelah punya anak'. Dan setelah punya anak, saya rasain jadi orangtua itu gimana," kata Fakih.

Seperti diketahui, mantan rocker yang kini menjadi dai Harry Moekti meninggal dunia di RS Dustira, Kota Cimahi, Minggu 24 Juni 2018, pukul 20.49 WIB.

Pria yang sempat dikenal berkat singlenya seperti Ada Kamu, Aku Suka Kamu Suka dan Satu Kata itu, dikebumikan di pemakaman keluarganya Kampung Pasir Kuda, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pagi tadi. Demikian dimuat Okezone.com.


Editor : Tuty Ocktaviany