Sarwendah Dituduh Dalang di Balik Kasus Hukum Betrand Peto, Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - ArtisSarwendah mendadak ikut terseret setelah putra angkatnya, Betrand Peto alias Onyo, dilaporkan kasus dugaan kekerasan seksual. Sarwendah dituduh dalang di balik pelaporan Betrand Peto ke Polda Metro Jaya.
Ya, di tengah konflik hak asuh anak dan persoalan harta bersama dengan Ruben Onsu, muncul narasi yang mengaitkan Sarwendah dengan perkara yang menimpa Betrand Peto.
Pihak Sarwendah pun buka suara. Kuasa hukum Sarwendah, Jaenudin, menegaskan tidak ada dasar untuk menyeret kliennya ke dalam perkara tersebut, terlebih sampai menuding Sarwendah sebagai pihak di balik laporan terhadap Betrand Peto.
Jaenudin mengatakan dirinya tidak bertindak sebagai kuasa hukum Sarwendah dalam perkara yang menimpa Betrand. Ia memberikan pandangan dalam kapasitasnya sebagai praktisi hukum dan meminta publik menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
"Terkait Onyo, saya tidak mewakili Sarwendah, saya memberikan gambaran sebagai praktisi hukum. Berkaitan dengan apa yang menimpa Onyo, hal itu bisa terjadi pada siapa pun karena ada laporan dari seseorang yang mengaku korban,” ujar Jaenudin saat ditemui di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Jaenudin mengingatkan bahwa adanya laporan polisi tidak serta-merta membuktikan seseorang bersalah. Menurutnya, perkara Betrand harus disikapi berdasarkan prosedur hukum dan asas praduga tak bersalah.
"Harusnya disikapi dengan bijak, ikuti prosedur hukumnya. Jangan justru mengembuskan narasi penggiringan opini. Kita harus terapkan praduga tak bersalah, Onyo dilaporkan juga belum tentu bersalah,” terangnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa proses hukum terhadap Betrand harus dibedakan dari persoalan pribadi yang tengah dihadapi Sarwendah.
Dengan demikian, tudingan yang mengaitkan Sarwendah sebagai dalang di balik perkara Betrand tidak dapat diperlakukan sebagai fakta tanpa adanya bukti atau dasar hukum yang mendukung.
Jaenudin justru memperingatkan pihak-pihak yang mencoba menghubungkan Sarwendah dengan perkara tersebut tanpa dasar. Ia menilai narasi semacam itu berpotensi merugikan nama baik kliennya.
"Kalau sampai nyeret-nyeret Sarwendah, itu adalah fitnah yang nanti bisa berimplikasi hukum. Suka mengait-ngaitkan orang itu kan kita tahu lah kerjaan siapa,” tegas Jaenudin.
Ia menekankan, Sarwendah saat ini memiliki persoalan lain yang harus menjadi perhatiannya, terutama mengurus dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
Menurut Jaenudin, berbagai isu yang muncul secara beruntun memang dapat mengganggu Sarwendah. Namun, ia menyebut kliennya berusaha tetap fokus menjalankan aktivitas dan pekerjaannya.
"Orang yang sering dikait-kaitkan pasti merasa terganggu, apalagi tanpa dasar. Dia butuh konsentrasi buat usaha untuk menghidupi anak-anaknya. Pada prinsipnya Sarwendah tidak terprovokasi, santai aja, meski hatinya pasti terganggu dengan cuitan-cuitan miring di luar sana,” tutupnya.
Hingga kini, perkara yang menyeret Betrand Peto masih harus mengikuti proses hukum yang berlaku. Sementara itu, pihak Sarwendah meminta publik tidak membuat kesimpulan sendiri maupun mengaitkan Sarwendah dengan kasus tersebut tanpa dasar yang jelas.
Editor: Muhammad Sukardi