Sarwendah Siap Biayai 3 Anak Mandiri di Tengah Polemik Hak Asuh dengan Ruben Onsu
JAKARTA, iNews.id – Di tengah polemik hak asuh anak dengan mantan suaminya, Ruben Onsu, Sarwendah menegaskan akan terus berjuang membesarkan dan membiayai ketiga anaknya secara mandiri. Pernyataan itu disampaikan usai menjalani sidang mediasi beberapa hari lalu.
Sarwendah menegaskan kesejahteraan anak-anak tetap menjadi prioritas utama dalam hidupnya. Dia mengaku hanya ingin memberikan yang terbaik bagi ketiga buah hatinya, termasuk menjaga mereka dari dampak konflik yang tengah berlangsung.
“Sebagai seorang ibu yang punya anak, apalagi anaknya juga perempuan, saya pastinya mau yang terbaik buat anak-anak saya. Jadi saya nggak mau nanti ketika mereka besar melihat seperti ini, saya nggak mau,” ujar Sarwendah.
Dia juga mengungkapkan selama ini telah berusaha memenuhi kebutuhan anak-anaknya dengan usahanya sendiri. Karena itu, dia berharap masyarakat memberikan doa agar dirinya dapat terus menjaga dan membesarkan ketiga anaknya.
“Jadi saya juga akan berusaha kok, ya selama ini juga saya berusaha untuk menafkahi mandiri anak-anak saya. Jadi rumah juga semuanya, jadi ya lebih baik doakan saya supaya saya bisa menjaga anak-anak saya,” katanya.
Pernyataan tersebut seolah menjawab sorotan publik terkait isu nafkah anak senilai Rp200 juta yang belakangan ramai diperbincangkan. Sebelumnya, pihak Ruben Onsu menyebut pemberian nafkah untuk anak sempat dihentikan selama beberapa bulan karena Ruben mengaku mengalami kesulitan bertemu kedua putrinya.
Sementara itu, kuasa hukum Sarwendah turut menanggapi isu yang berkembang mengenai rumah yang kini ditempati kliennya. Dia menegaskan almarhum ayah Sarwendah memiliki kontribusi besar dalam proses pembangunan rumah tersebut.
“Justru andil daripada almarhum sangat besar bagi klien kami dan mantan suaminya. Itu karya terakhir dari almarhum ayah klien kami,” katanya.
Kuasa hukum Sarwendah juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggiring opini di luar substansi perkara yang sedang bergulir di pengadilan. Menurutnya, fokus utama persidangan saat ini adalah persoalan hak asuh anak.
“Mari kita lebih bijak, hormati proses persidangan ini, fokus kepada hak asuh anak, jangan ke hal-hal yang lain dibawa-bawa seperti itu,” katanya.
Editor: Dani M Dahwilani