Sebelum Meninggal Dunia, Penulis Legendaris Keigo Higashino Berjuang Melawan Kanker Kolorektal
Karya tersebut mengisahkan seorang guru matematika jenius yang menyusun rencana kejahatan nyaris sempurna demi melindungi seseorang yang dicintainya. Novel itu kemudian memenangkan Naoki Prize pada 2006, salah satu penghargaan sastra paling bergengsi di Jepang.
Selain Naoki Prize, Higashino juga meraih berbagai penghargaan lain, termasuk Honkaku Mystery Awards serta Eiji Yoshikawa Literary Prize berkat novel When the Curtain of Prayer Descends pada 2014.
Lahir di Osaka pada 1958, Higashino awalnya bekerja sebagai insinyur di perusahaan komponen otomotif Denso. Namun, kecintaannya terhadap cerita misteri membuatnya terus menulis di sela-sela pekerjaannya.
Perjalanan kariernya dimulai pada 1985 ketika novel After School berhasil memenangkan Edogawa Rampo Prize. Sejak saat itu, ia konsisten melahirkan karya-karya misteri dengan alur rumit, penuh kejutan, sekaligus menyentuh sisi emosional pembaca.
Meski menjadi salah satu penulis paling sukses di Jepang, Higashino dikenal sebagai sosok yang sederhana dan enggan tampil di depan publik. Ia lebih memilih dikenal melalui karya-karyanya daripada kehidupan pribadinya.