Sustainable Fashion Bakal Menjadi Tren 2020/2021

Tuty Ocktaviany ยท Kamis, 26 Desember 2019 - 13:22 WIB
Sustainable Fashion Bakal Menjadi Tren 2020/2021

Model memamerkan karya di ajang 23 Fashion District 2019. (Foto: IFC)

JAKARTA, iNews.id – Pergantian tahun tinggal menghitung hari, banyak perubahan yang terjadi di 2020. Termasuk dalam hal fashion. Konsep fashion berkelanjutan (sustainable fashion) diproyeksikan menjadi tema tren 2020/2021.

Fashion berkelanjutan memang tengah menjadi perhatian dunia. Masyarakat dunia kini secara sadar dan bertahap mulai beralih ke fashion berkelanjutan. Pasalnya, industri fashion selama ini mengakibatkan dampak negatif seperti kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Konsep fashion berkelanjutan ini, diproyeksi menjadi tema tren fashion tahun 2020/2021. Mengacu pada tema tren fashion ini, ajang 23 Fashion District 2019 yang diselenggarakan oleh 23 Paskal Shopping Center bekerja sama dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) mengusung tema ‘23 Fashion District Towards Sustainable Fashion Trend Forecasting 2020/2021’.

Perhelatan 23 Fashion District 2019 menghadirkan fashion show (parade busana) karya lebih dari 70 desainer mode Indonesia yang berlangsung awal Desember di Main Atrium 23 Paskal Shopping Center, Bandung, Jawa Barat, serta dilengkapi dengan fashion exhibition (pameran) yang bertujuan memasarkan produk fashion unggulan Indonesia.

Sesuai dengan tema yang diusung, 23 Fashion District yang merupakan ajang fashion terbesar yang pertama di Bandung, turut menggaungkan kepedulian terhadap fashion berkelanjutan (sustainable fashion), sejalan dengan isu yang tengah menjadi perhatian dunia. Dengan menerapkan konsep fashion berkelanjutan, dipastikan akan memperkuat potensi Bandung sebagai sentra belanja, produksi, dan tren fashion di Indonesia, bahkan skala global.

“Perhelatan 23 Fashion District yang dipelopori oleh 23 Paskal Shopping Center ini diadakan setiap tahun sebagai upaya dalam mendukung pelaku ekonomi kreatif dan menjalin sinergi bersama desainer-desainer mode Indonesia. Juga mengembalikan Kota Bandung sebagai Kota Kreatif,” tutur M Satriawan Natsir, General Manager 23 Paskal Shopping Center dalam rilis yang diterima iNews.id, Kamis (26/12/2019).

Dia kembali menambahkan, “Sesuai dengan tagline kami, Inspiringly Yours, kami ingin memberikan sesuatu yang inspiratif kepada masyarakat Bandung melalui inspirasi tren dan edukasi bagi masyarakat dan pencinta mode, sehingga memperkuat posisi 23 Paskal Shopping Center sebagai wadah kreatif dan komunitas.”

23 Fashion District yang memasuki tahun ketiga ini, diharapkan dapat memperkuat keunggulan Kota Bandung sebagai salah satu sentra belanja dan produksi fesyen, serta potensi sebagai barometer tren fashion, termasuk busana Muslim di tingkat nasional hingga internasional.

“23 Fashion District tahun ini berupaya memberikan edukasi dan lebih memperkenalkan tentang fashion berkelanjutan kepada para pelaku industri fashion maupun masyarakat luas. Dengan memperhatikan dan menerapkan konsep fashion berkelanjutan, dapat menjadi nilai tambah produk fashion Indonesia sehingga lebih unggul dalam bersaing dengan produk di pasar dunia,” tutur Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC).

23 Fashion District 2019 menghadirkan parade busana karya desainer Indonesia, meliputi busana formal, kasual, dan busana Muslim yang menerapkan konsep fashion berkelanjutan sesuai Indonesia Fashion Trend Forecasting 2020/2021 yang mengangkat tema Sustainability. Tema Sustainability terdiri dari empat subtema, yaitu Essentiality yang mengutamakan kesederhanaan dan kualitas, Exploitation yang mengeksplorasi teknik kamuflase, Spirituality yang mengedepankan elemen tradisi dan kultur, dan Exploration yang menekankan pada permainan warna natural hingga metalik.

Dengan mengaplikasikan tema Sustainability, parade busana ini menghadirkan rangkaian koleksi yang menuangkan inspirasi maupun material dari keragaman kultur lokal, antara lain Riri Rengganis dengan tema Passage to Spice Island, Ferry Sunarto dengan tema Enchanted of Pasuo, Phillip dengan tema Folkloric, Pricilla Saputro by Batik Nyonya Indo dengan tema Heritage Embroidery, Alleira Batik dengan tema Japanese Culture 2.0, Stella Lewis dengan tema Satriya, APIP BATIK dengan tema Bias, Wignyo dengan tema Tropical Vibes, Bateeq dengan tema Sejari, dan Lenny Agustin dengan tema Culture Clash.

Lalu ada Renda by 'Rief House dengan tema Kirikae, Astri Lestari dengan tema Boenga Raden, Samsuga Runako by Agus Sunandar dengan tema Osing Oling, Emmy Thee X APLF, dan BAJUKE dengan tema Woven Movement.

Rangkaian koleksi yang mengambil inspirasi dari alam maupun mengolah material ramah lingkungan, turut menjadi perhatian dalam parade busana ini, antara lain Lekat Dua dengan tema Raw Art Work, amalee by Lia Mustafa dengan tema Cross Broder, Yufie Kartaatmaja dengan tema The Wanderer, Abebemooi dengan tema Clalybeau, Danjyo Hiyoji dengan tema C O D E, B'LUX by Weda Githa dengan tema Terabithia, ABEE dengan tema snap x, LANNOIR by Lania Rakhmawati dengan tema Substratum, Deden Siswanto dengan tema Alam Terajam, RAEGITAZORO dengan tema Moefakat, Risa Maharani dengan tema M a r o s, Berry Mirsha dengan tema Secret, Imaji Studio dengan tema Cosmos, Harry Ibrahim dengan tema Wonderland, Andreas Lim dengan tema Hjørdis (Accesories by Ervina Adhi Tirta), dan Gregorius Vici dengan tema Evolution Culture (Shoes by DK by Erna Diah).

Siswa sekolah mode di Bandung diberikan kesempatan untuk unjuk karya dalam 23 Fashion District 2019, antara lain Telkom University (Pera Dwianna, Siti Laeliki, Dalilah Aprilia, Alvira Rizqi Utami, Shabrina Defti, Ladysa Putri, Shassa Anidea, dan Nizma Assyifa) dengan tema Infinity, dan Universitas Kristen Maranatha (Reggina Marthianne Margaretha dengan tema Quassatas, Intan Talia dengan tema Pelleshell, Angela Chrestella Marvin dengan tema Phytoarctic, dan Yovita Sabatini Daeli dengan tema Otodem).

23 Paskal Shopping Center bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) berkomitmen untuk terus menggaungkan karya desainer Indonesia dengan tawaran tren fashion terbaru secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Dengan mengangkat inspirasi dan karya desainer Indonesia melalui keunggulan konten lokal yang tidak dimiliki oleh negara lain, serta memperhatikan fashion berkelanjutan, diharapkan 23 Fashion District dapat turut berkontribusi dalam mewujudkan Kota Bandung sebagai sebagai pusat belanja dan acuan tren mode yang diperhitungkan di Indonesia. Hal ini pada akhirnya turut mewujudkan cita-cita bersama, yakni Indonesia sebagai pusat fashion dunia.


Editor : Tuty Ocktaviany