Ternyata Obesitas Bisa Menular, Ini Penjelasan Pakar

Siska Permata Sari ยท Selasa, 07 Januari 2020 - 19:50 WIB
Ternyata Obesitas Bisa Menular, Ini Penjelasan Pakar

Obesitas bisa menular. (Foto: Humanresourcesonline)

JAKARTA, iNews.id - Kegemukan atau obesitas ternyata dapat menular. Namun tidak seperti penyakit menular yang menyebar melalui virus atau bakteri, obesitas dapat menular melalui perilaku atau gaya hidup individu yang dipengaruhi oleh orang lain.

Hal tersebut diungkapkan Sosiolog Roby Muhamad berdasarkan penelitian tahun 2007 oleh Nicholas Christakis. Dalam penelitian itu disebutkan, obesitas dapat ditularkan melalui lingkungan.

"Obesitas itu bisa menular, bukan hanya menular dari teman, tetapi juga dari temannya teman juga bisa," kata Roby Muhamad saat konferensi pers acara The Power of Community Sun Life Indonesia di Kuningan City, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2020).

Walaupun dia belum dapat memastikan penyebabnya, namun ada riset yang menunjukkan bahwa keputusan individu dipengaruhi oleh orang lain. Keputusan ini termasuk memilih gaya hidup yang diterapkan, apakah itu baik atau buruk.

"Jadi, kita tahu kalau masalah kesehatan itu bukan hanya masalah individu. Karena percuma kalau misalnya individu itu berlaku hidup sehat, tetapi teman-temannya atau lingkungannya tidak. Perilaku sehat juga dipengaruhi lingkungan sekitarnya, jadi kalau mau mengubah perilaku seseorang, ubah juga lingkungannya," kata Roby.

Tak hanya obesitas, kebahagiaan, kesepian, dan perilaku merokok juga dapat menular. Dalam artian, kata dia, orang yang berteman atau memiliki relasi dengan orang-orang yang mengalami empat hal itu juga dapat tertular di masa yang akan datang.

"Sampai sekarang kita belum punya pengetahuan pasti bagaimana dan mengapa. Karena seperti kita tahu, tidak ada virus obesitas, bakteri kesepian, dan tidak ada juga parasit kebahagiaan," tutur dia.

Namun sebagaimana gaya hidup yang buruk, perilaku hidup sehat juga dapat menular melalui lingkungannya. "Pola hidup sehat bisa menular jika si orang tersebut terekspos oleh ajakan secara berulang kali dari orang yang berbeda-beda," katanya.


Editor : Tuty Ocktaviany