Terungkap! Ini Alasan Aurelie Moeremans Curhat Child Grooming di Buku Broken Strings
"Tapi seiring waktu, aku sadar banyak perempuan dan orang tua mengalami hal serupa dan merasa sendirian. Dari situ aku merasa, mungkin ceritaku bisa jadi teman buat mereka," tambahnya.
Wanita 32 tahun itu kemudian merasa peluncuran buku bukan sebagai ajang balas dendam, tetapi momentum untuk berdamai dengan masa lalu.
"Iya, sangat. Menulis Broken Strings bukan tentang balas dendam atau membuka luka lama, tapi tentang memahami apa yang pernah terjadi dan menerima bahwa itu bagian dari hidupku. Lewat buku ini, aku belajar berdamai tanpa harus membenarkan apa yang salah," tegasnya.
Aktris blasteran Belgia itu juga tak menyangka peluncuran bukunya mendapat atensi positif dari masyarakat. Banyak yang memberi dukungan kepadanya untuk menyuarakan keadilan sebagai korban kekerasan seksual.
"Jujur aku tidak menyangka. Awalnya aku pikir buku ini akan dibaca secara terbatas. Tapi ternyata responsnya besar sekali. Ada dukungan, ada juga polemik, dan itu aku terima sebagai bagian dari proses. Yang paling menyentuh buat aku adalah ketika perempuan muda dan orang tua bilang mereka merasa terbantu. Itu bikin semua ketakutan di awal terasa sepadan," pungkasnya.
Editor: Muhammad Sukardi