Tips Jitu Pebisnis Pakaian Menuju Era New Normal

Riyandy Aristyo ยท Sabtu, 27 Juni 2020 - 18:57 WIB
Tips Jitu Pebisnis Pakaian Menuju Era New Normal

Tips bisnis pakaian (Foto : Livehaf)

JAKARTA, iNews.id - Bisnis pakaian menjadi salah satu sektor yang terkena dampak pandemi Covid-19. Tak sedikit dari pebisnis yang gulung tikar akibat tidak adanya konsumen yang membeli produk mereka.

Lantas, bagaimana para pebisnis ini mempertahankan penjualannya di masa transisi menuju New Normal?

Pemilik bisnis clothing Livehaf, Arif Hidayat mengatakan, untuk bertahan di dalam bisnis menuju era New Normal adalah dengan menciptakan inovasi se-kreatif mungkin agar tak ditinggal konsumen.

"Pebisnis clothing khususnya, harus terus bersemangat untuk mengembangkan produk yang kreatif, meski di tengah situasi yang sulit seperti sekarang," katanya Arif kepada iNews.id, Selasa (23/6/2020).

Menurut Arief, selain mencari inovasi baru produk, hal penting agar bisnis clothing atau bisnis apa pun bisa terus berjalan adalah adanya pengalaman dan pelayanan kepada konsumen.

"Saat memutuskan masuk ke dunia bisnis, pebisnis pasti sudah melakukan riset sebelumnya agar bisa menghandle setiap masalah. Intinya jangan mudah menyerah," katanya.

Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir clothing brand lokal mulai naik daun dengan produknya yang apik dan kualitas yang tak kalah dari brand luar. Salah satu clothing brand Indonesia yang kini tengah naik daun adalah Livehaf.

"Kami bisa di posisi ini dengan selalu melakukan riset terlebih dahulu. Mencari uang itu susah, maka itu saya berhati-hati dalam setiap pengambilan keputusan," ujarnya.

Sebelum memulai bisnisnya ini, Arif sudah mencoba berbagai bisnis lain seperti bisnis ikan hias, namun tak berhasil. Slogan yang ia tanamkan sampai saat ini adalah harus lebih berhati-hati dalam menaruh kepercayaan.

"Dulu awalnya memulai bisnis dari ikan hias, hanya Rp200.000 sebulan, dengan
keuntungan Rp70.000-an saja karena memang belum mengerti apa-apa pada saat itu," kata Arief.

Lantaran masih dalam pandemi Covid-19, Arief akan membuat tempat produksi sendiri agar bisa menekan harga produksi. Pelanggan juga bisa lebih pemilih dan berhati-hati ketika berbelanja.

"Di new normal yang tidak menentu ini, kami akan membuat tempat produksi sendiri agar bisa menekan harga produksi. Harapannya, harga bisa lebih terjangkau karena di kondisi ekonomi yang tidak menentu," ujarnya.

Editor : Vien Dimyati