Trisno Pas Band Kritis, Jalani Operasi Otak hingga Gagal Ginjal Kronis
JAKARTA, iNews.id - Kondisi kesehatan bassist Pas Band, Trisno, menjadi perhatian publik. Musisi rock yang dikenal dengan gaya nyentriknya itu kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium lanjut dengan fungsi ginjal yang tersisa hanya sekitar 5 persen.
Yang lebih mengejutkan, penyakit yang dideritanya ternyata berawal dari gejala yang sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Namun, Trisno tidak pernah benar-benar memeriksakan kondisinya ke dokter.
Hal itu diungkapkan drummer Pas Band, Sandy. Menurutnya, dia dan personel lain sebenarnya sudah lama menyadari ada yang tidak beres dengan kondisi fisik Trisno.
"Sebenarnya sudah beberapa tahun ini kami melihat ada yang enggak beres sama kesehatan Trisno seperti kaki yang membengkak, agak kurus. Tapi emang Trisno itu rock n roll banget, enggak mau bener-bener periksa ke dokter," ujar Sandy saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (23/7/2026).
Kondisi Trisno kemudian memburuk dalam beberapa pekan terakhir hingga akhirnya keluarga memutuskan membawanya ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan membuat semua orang terkejut.
Tim medis menemukan bahwa fungsi ginjal Trisno tinggal sekitar 5 persen sehingga ia harus segera menjalani cuci darah untuk mempertahankan kondisinya.
"Akhirnya ketahuan terjadi gagal ginjal dan kira-kira fungsinya tinggal 5 persen, dan harus cuci darah," kata Sandy.
Masalah kesehatan Trisno ternyata tidak berhenti di situ. Saat menjalani pemeriksaan lanjutan, dokter juga menemukan adanya sumbatan darah di bagian kepala yang berpotensi memicu stroke jika tidak segera ditangani.
Kondisi tersebut membuat tim medis harus melakukan operasi darurat untuk menghentikan penyumbatan tersebut.
"Yang bikin lebih berat karena ada sumbatan darah di kepala yang bisa ke arah stroke, maka dilakukan operasi penghentian sumbatan," jelas Sandy.
Hingga kini, Trisno masih menjalani pemulihan di bawah pengawasan ketat tim dokter. Kondisinya disebut belum sepenuhnya stabil, sehingga pihak rumah sakit membatasi kunjungan, termasuk dari rekan-rekan terdekatnya.
Menurut Sandy, pembatasan dilakukan karena kondisi saraf Trisno masih sangat sensitif setelah menjalani operasi otak.
"Kunjungan bener-bener dibatasi karena masih rawan kejang akibat operasi kalau terlalu aktif berpikir," pungkasnya.
Editor: Muhammad Sukardi