Ulah Taqy Malik Berimbas ke Pekerja Indonesia di Arab Saudi: Ada yang Dipenjara
JAKARTA, iNews.id – Tindakan Taqy Malik yang memborong ribuan Alquran untuk program wakaf bisnis disebut berdampak pada pekerja migran Indonesia di Makkah dan Madinah. Kebijakan otoritas setempat kini dikabarkan semakin ketat setelah aksi tersebut menjadi sorotan.
Salah satu sahabat Taqy, Randy Permana, mengungkapkan pembelian mushaf dalam jumlah besar memicu kecurigaan aparat. Polisi Arab Saudi disebut mencurigai adanya praktik jual-beli Alquran secara ilegal oleh jamaah umrah.
"Gara-gara dia beli ribuan, sekarang kita beli 2-3 dus saja sudah dibatasi. Polisi mengira kita jualan," kata Randy dalam wawancaranya secara virtual belum lama ini.
Menurut Randy, dampak pengetatan aturan itu dirasakan langsung oleh para pekerja migran Indonesia yang ingin menyalurkan wakaf. Bahkan, beberapa di antaranya sempat diamankan aparat.
Bareskrim Polri Bakal Periksa Virgoun terkait Rekaman CCTV
"Sudah beberapa kali teman-teman saya tertangkap polisi, dipenjara 3 sampai 4 hari. Perkaranya hanya karena mau mewakafkan mushaf, tapi dikira jualan karena aturan sudah diperketat gara-gara ulah satu orang ini," tuturnya kecewa.
Randy mengaku telah berulang kali mengingatkan Taqy agar lebih berhati-hati dalam menyalurkan wakaf. Dia menyarankan agar distribusi dilakukan bertahap dan tidak mencolok.
Dicecar 26 Pertanyaan, Eks ART Inara Rusli Bantah Sebar Rekaman CCTV ke Virgoun
"Saya sudah bilangin, 'Bro, hati-hati ya, jangan terang-terangan'. Saya sendiri juga melakukan untuk menyalurkan wakaf tapi saya memang dari jamaah yang saya bawa dan itu jamaah kadang saya ajak belanja juga di tempatnya'," kata Randy.