Selain Enak Diolah Jadi Kolak, Ini Manfaat Pisang untuk Kesehatan saat New Normal
JAKARTA, iNews.id - Pisang merupakan salah satu buah yang digemari banyak masyarakat. Selain lezat dijadikan kolak, gorengan, dan kue, pisang juga memiliki banyak manfaat kesehatan.
Buah yang memiliki tekstur lembut dan mengenyangkan ini banyak mengandung mineral, vitamin, karbohidrat, serat, protein, lemak, dan lain-lain. Jadi, dengan mengonsumsi buah pisang, Anda akan mendapatkan banyak gizi. Buah ini dapat meningkatkan imunitas tubuh saat new normal.
Lantas, apa saja manfaat buah pisang yang wajib diketahui? Berikut ulasan rangkumannya, Kamis (16/7/2020).
Sumber energi
Pisang dengan mudah dapat dicerna. Gula yang terdapat di dalam pisang dapat menjadi sumber tenaga secara cepat, dan bagus untuk pembentukan tubuh, kerja otot, dan menghilangkan rasa lelah.
Mengontrol berat badan
Pisang juga mempunyai peranan dalam mengontrol penurunan dan kenaikan berat badan. Telah terbukti pada seseorang kehilangan berat badan dengan melakukan diet empat buah pisang dan empat gelas susu non-lemak atau susu cair per hari sedikitnya tiga hari dalam seminggu, jumlah kalori hanya 1.250 dan menu tersebut cukup menyehatkan.
Selain itu, diet tersebut membuat kulit wajah tidak berminyak dan bersih. Pada sisi yang lain, mengonsumsi satu gelas banana milk-shake dicampur madu, buah-buahan, kacang, dan mangga sesudah makan, akan menaikkan berat badan.
Membuang racun
Pisang kaya akan pektin di dalamnya. Kandungan inilah yang berperan membantu pencernaan dan dengan lembut mengelupas racun dan logam berat dari tubuh.
Menjaga kesehatan jantung
Kandungan kalium atau potasium dalam pisang dapat membantu untuk menjaga kesehatan jantung. Mineral elektrolit ini membuat listrik mengalir ke seluruh tubuh, sehingga jantung tetap berdetak.
Asupan tinggi kalium dan rendah natrium seperti pisang juga dapat mencegah tekanan darah tinggi, biang penyakit jantung.
Uji laboratorium pada 2017 oleh peneliti dari University of Alabama AS menemukan, kalium dalam pisang dapat mencegah arteri mengeras.
Editor : Vien Dimyati