Dia kemudian menanggapi berbagai tudingan di media sosial yang menyeret namanya dalam perkara penyadapan. Bahlil mempertanyakan tuduhan tersebut karena mengaku justru menjadi salah satu pihak yang mengalami penyadapan.
"Jadi mereka membangun persepsi seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan. Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan sementara saya juga disadap. Abu leke ini, asli abu leke ini. Kreatif dikit gitu loh," ucapnya.
Lebih lanjut, Bahlil meminta kepolisian menyelidiki informasi mengenai dugaan pertemuan seorang ketua umum partai politik dengan sejumlah jenderal beberapa jam sebelum penangkapan terkait kasus penyadapan.
Dia meminta aparat membuka identitas pihak-pihak yang disebut menghadiri pertemuan tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi. Bahlil juga menegaskan tidak pernah menghadiri pertemuan seperti yang dituduhkan.
"Saya minta kepada pihak aparat keamanan, pihak kepolisian untuk diusut tuntas, dibuka aja! Jangan fitnah terus yang dibangun! Diusut aja! Kalau memang ada rapat itu siapa aja, dibuka aja. Karena saya merasa tidak pernah melakukan itu," tuturnya.
Editor: Adhenda Madarina Idzni