Sebelumnya, dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Prabowo menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina serta komitmen pada solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian abadi.
Setahun Prabowo-Gibran, Danantara Jadi Mesin Baru Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
“Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap solusi dua negara di Palestina. Kita harus memiliki Palestina yang merdeka. Namun kita juga harus mengakui, menghormati, dan menjamin keamanan serta keselamatan Israel. Hanya dengan cara itu kita dapat mencapai perdamaian sejati, tanpa kebencian dan tanpa kecurigaan. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara,” tegas Prabowo dalam pidatonya.
Selama satu tahun masa kepemimpinannya, Presiden Prabowo terus melakukan diplomasi aktif di tingkat internasional untuk mendorong kemerdekaan Palestina dan penghentian agresi militer Israel.
Wajibkan Menteri Pakai Mobil Maung, Prabowo: Saya Nggak Mau Tahu, Mobil Bagus Kalau Libur
Pada November 2024, Prabowo bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Muhammad bin Zayid Al-Nahyan di Abu Dhabi. Keduanya sepakat untuk memperkuat kerja sama kemanusiaan dan menyalurkan bantuan ke Gaza bagi korban perang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Sementara itu, pada April 2025, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Kepresidenan Al-Ittihadiyah, Kairo. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas langkah-langkah konkret untuk menghentikan kekerasan dan mempercepat tercapainya perdamaian di Gaza.
Langkah diplomatik Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo mendapat pengakuan internasional karena mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan keseimbangan — mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka, namun tetap menghormati keamanan dan kedaulatan Israel.
Kini, di tengah genap satu tahun masa jabatan Presiden Prabowo, berbagai capaian diplomasi Indonesia diakui publik sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk membawa peran aktif Indonesia di panggung dunia — termasuk dalam upaya menciptakan perdamaian di Palestina yang telah lama dinanti.
Editor: Komaruddin Bagja