Hadiri Upacara Penghargaan Pahlawan Nasional, Angela Tanoesoedibjo Anggun Berkebaya Merah

iNews ยท Jumat, 08 November 2019 - 21:24 WIB

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo tampak hadir saat Presiden RI Joko Widodo menobatkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11/2019). Hadir bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Angela tampil cantik nan anggun dalam balutan kebaya modern warna merah dipadu kain batik.

Angela menyalami satu per satu ahli waris dari enam Pahlawan Nasional yang menerima penghargaan. Meski paling muda di antara tamu yang hadir dan menjadi wajah baru di pemerintahan, Angela tampak percaya diri.

Peraih gelar Master of Commerce dari The University of New South Wales, Australia itu tak canggung untuk berkomunikasi dengan tamu lainnya. Angela bahkan terlihat asyik berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah dan Meutia Hatta, mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI. Saat meninggalkan Istana Negara, tak lupa Angela menyapa para awak media dengan senyum ramahnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh. Tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 120 TK Tahun 2019 tanggal 7 November 2019 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Plakat Pahlawan Nasional diberikan Jokowi kepada para ahli waris.

Penetapan enam tokoh tersebut melalui penyaringan dan dipilih dari 20 nama yang diajukan Kementerian Sosial, dan keenamnya dianggap berjasa di bidangnya masing-masing.

Berikut ini keenam tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional tersebut, yaitu:

1. Abdoel Kahar Moezakir
Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)/Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Juga dikenal sebagai cendikiawan Muslim dan perintis Universitas Islam Indonesia.

2. Alexander Andries Maramis
Anggota BPUPKI/PPKI dan mantan Menteri Keuangan yang menandatangani Oeang Republik Indonesia (ORI), mata uang pertama Indonesia setelah merdeka.

3. KH Masykur
Anggota BPUPKI/PPKI dan pernah menjabat sebagai Menteri Agama 1947-1949, serta 1953-1955.

4. Prof M Sardjito
Tokoh medis yang dedikasinya terekam dalam bidang pendidikan dan kesehatan pada era perjuangan kemerdekaan. Juga merupakan mantan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

5. Ruhana Kuddus
Jurnalis perempuan asal Sumatera Barat dan pendiri Sekolah Kerajinan Amai Setia yang mendidik keahlian anak-anak perempuan di Koto Gadang, Kabupaten Agam.

6. Sultan Himayatuddin
Seorang Sultan Buton untuk dua periode, yakni sebagai Sultan ke-20 pada 1750–1752 dan sultan ke-23 pada 1760–1763. Dia sosok yang gigih berperang melawan VOC Belanda.

Video Editor: Mochamad Nur

Editor : Tuty Ocktaviany

Bagikan Artikel: