PROBOLINGGO, iNews.id - Kebakaran Gunung Bromo terus meluas setelah melanda kawasan hutan dan lahan sejak Senin (3/8/2026). Luas area terbakar meningkat drastis dalam sepekan dari sekitar 176 hektare menjadi 520 hektare.
Hingga Senin (11/8/2026), kobaran api masih terpantau menyebar di sejumlah titik kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Petugas terus berupaya melakukan penanganan untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya.
Pulau Jawa Dikepung Karhutla! Gunung Gede Pangrango hingga Bromo Dilanda Kebakaran
Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Medan yang terjal menjadi salah satu faktor yang menyulitkan petugas menjangkau titik-titik kebakaran.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di sejumlah titik kawasan kaldera Gunung Bromo. Salah satu lokasi yang terdampak berada di area B209 Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Karhutla Gunung Bromo Hanguskan 520 Hektare Lahan, Diduga Dipicu Perapian Warga
Kondisi geografis kawasan Gunung Bromo membuat upaya menjinakkan api tidak mudah. Petugas harus menghadapi medan terjal sekaligus tiupan angin yang dapat mempercepat pergerakan api ke vegetasi lain.
Pemerintah telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menghitung peluang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Berdasarkan perhitungan teknokratik terkait kondisi cuaca, peluang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dalam 10 hari ke depan dinilai sangat kecil.
Kebakaran Bromo Capai 520 Hektare, Prabowo Perintahkan Water Bombing hingga Modifikasi Cuaca
Dengan terbatasnya peluang operasi modifikasi cuaca, pemerintah harus mengoptimalkan langkah pemadaman langsung di kawasan Gunung Bromo. Penanganan dilakukan pada titik-titik kebakaran yang masih aktif untuk mencegah api kembali membesar atau menyebar ke wilayah lain.
Editor: Donald Karouw