JAKARTA, iNews.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengisyaratkan tidak akan kembali menduduki jabatan pemerintahan setelah masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berakhir pada 2029.
Luhut mengatakan masih banyak generasi muda yang dapat meneruskan estafet kepemimpinan di pemerintahan. Karena itu, dia menilai sudah saatnya memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya.
Luhut Yakin Ekonomi RI Tumbuh 8 Persen di Masa Prabowo: Bukan Hal Sulit
"Ya, kira-kira begitulah. Jadi, saya pikir banyak yang lebih baik, banyak yang lebih muda. Ya, saya pikir saya harus tahu diri," ujar Luhut di Sopo Del Tower, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).
Meski tidak ingin kembali menduduki jabatan pemerintahan setelah 2029, Luhut menegaskan dirinya masih ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui bidang lain.
Luhut: Jokowi Orang Baik, Patut Dicontoh meski Punya Kekurangan
Dia menyebut riset dan pendidikan sebagai dua bidang yang ingin terus digelutinya. Salah satunya melalui kegiatan genome sequencing yang saat ini tengah dikerjakannya.
"Saya masih bisa kok berbuat banyak hal yang lain di luar pemerintahan. Ya, seperti genome sequencing yang saya kerjakan sekarang. Saya kira dampaknya luar biasa," ujarnya.
Pesan Luhut untuk Pemimpin: Harus Mau Mendengar, Jangan Merasa Paling Benar
Menurut Luhut, pengabdian kepada masyarakat tidak harus dilakukan dengan menduduki jabatan di pemerintahan. Riset dan pendidikan, kata dia, juga memiliki peran penting dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Research ini saya kira, pendidikan juga saya kira jadi kunci, ya. Kenapa mesti harus dalam pemerintahan?" katanya.
Luhut Beri Sinyal Pensiun dari Pemerintahan usai 2029: Banyak yang Lebih Muda, Saya Harus Tahu Diri
Luhut pun menyinggung soal waktu dalam menjalankan pengabdian. Dia menilai setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk berkontribusi.
"Semua di bawah langit ada waktunya," katanya.
Luhut Ungkap Jurus Cegah Bansos Berbasis AI Dipakai Judol, Siapkan Opsi Kupon Digital
Editor: Donald Karouw