JAKARTA, iNews.id - Delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi korban modus lowongan kerja palsu hingga akhirnya bergabung dengan militer Rusia dalam konflik bersenjata melawan Ukraina. Mereka disebut awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai tenaga keamanan dan administrasi dengan iming-iming gaji tinggi, namun justru dikirim ke medan perang.
Informasi mengenai delapan WNI tersebut dikonfirmasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dia menyebut data tersebut diperoleh dari otoritas intelijen Indonesia yang tengah menelusuri dugaan perekrutan warga Indonesia untuk bergabung dengan militer Rusia.
Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Jadi Tentara Rusia, Ini Respons BIN
Menurut Dasco, perekrutan dilakukan melalui pihak ketiga dengan menawarkan pekerjaan yang seolah tidak berkaitan dengan aktivitas militer.
Para WNI tersebut disebut ditawari posisi sebagai satuan pengamanan hingga tenaga administrasi. Namun setelah menerima tawaran tersebut, mereka diduga justru dikirim untuk menjadi tentara bayaran Rusia.
8 WNI Jadi Tentara Rusia, Wamen P2MI Duga gegara Tergiur Iklan
Editor: Donald Karouw