Purnatugas di Oktober 2019, Ini Rencana Wapres Jusuf Kalla

Masirom ยท Senin, 06 Mei 2019 - 17:39 WIB

JAKARTA, iNews.id,- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) akan mengakhiri masa jabatan di pemerintahan pada 20 Oktober 2019. Tokoh kelahiran Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini pun sudah memiliki rencana usai purnatugas sebagai wapres.

“Istirahat, menikmati dengan keluarga, dengan cucu. Sambil tentu tetap membantu atau bekerja di bidang-bidang sosial, pendidikan, keagamaan, yang positif untuk kita menjaga persatuan bangsa,” ujar JK saat nge-vlog bersama Pemimpin Redaksi iNews TV, Yadi Hendriana dan Pemimpin Redaksi portal berita iNews.id, Masirom di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (6/5/2019).

JK juga berniat untuk berkeliling ke berbagai tempat di Indonesia. Selain melihat hal-hal baru, kunjungan ke berbagai daerah dimaksudkan untuk menyerap contoh-contoh baik. “Sambil tentu menikmati keindahan alam,” ujarnya.

JK mengaku sudah tak tertarik untuk terjun langsung di dunia politik. “Saya kira di dunia politik cukup. Mengabdi di pemerintahan 20 tahun, sudah pernah menjadi ketua umum partai,” ujar Wapres.

JK lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942. Dia menjabat sebagai wapres untuk kedua kalinya sejak 20 Oktober 2014 berpasangan dengan Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, JK menjabat wapres pada periode 2004–2009, mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia mulai memasuki dunia politik dengan menjadi kader Partai Golkar. Karier politiknya moncer. Seiring berjalannya waktu, JK kerap mendapatkan posisi penting di kepengurusan pusat partai berlambang pohon beringin itu. Puncaknya, di 2004 JK terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Di pemerintahan, beragam jabatan juga pernah diembannya. Pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), JK pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan merangkap Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog).

Lalu, pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, 2001-2004, JK menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat atau Menko Kesra.

Editor : Zen Teguh