TEL AVIV, iNews.id – Kelompok militan Houthi di Yaman melancarkan serangan rudal balistik ke wilayah Tel Aviv pada Jumat malam. Sirene peringatan terdengar di berbagai penjuru kota, memicu kepanikan di tengah masyarakat.
Militer Israel menyatakan rudal tersebut kemungkinan hancur di udara setelah sistem pertahanan mereka dikerahkan. Meski demikian, juru bicara Houthi, Yahya Sari, mengklaim pihaknya melancarkan tiga operasi besar terhadap Israel. Serangan itu mencakup peluncuran rudal hipersonik "Palestine 2" yang diarahkan ke Bandara Ben Gurion, serta dua target lain di Ashkelon dan wilayah selatan Tel Aviv.
Waduh! 6 Bulan Menjabat, Trump Perintahkan Ratusan Serangan AS ke 5 Negara
Tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan tersebut. Namun, ketegangan terus meningkat seiring dengan langkah militer Israel yang mempercepat operasi penguasaan Gaza.
Trump Nyatakan Dukungan Penuh pada Israel
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Israel mengambil alih Gaza. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan langkah militer itu penting meski menuai penolakan, terutama dari keluarga sandera.
Krisis Kepercayaan di Pentagon, Pejabat Intelijen dan Militer Berguguran di Era Trump
“Kalau bukan karena saya, banyak sandera kemungkinan besar sudah tewas saat ini. Saya bekerja sama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat lainnya untuk memastikan mereka bisa diselamatkan. Situasi ini harus segera diakhiri. Ini adalah bentuk pemerasan, dan harus diakhiri,” ujar Trump.