TOP 5, DPR Kritik Aksi Bupati Pasang Foto Diri di Bansos Covid-19 dan Menhub Sempat Tak Sadarkan Diri 14 Hari

Tuty Ocktaviany ยท Jumat, 01 Mei 2020 - 16:18:00 WIB

JAKARTA, iNews.id – Perilaku bupati yang sengaja menempelkan stiker wajahnya dalam program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat terkait pandemi virus corona baru (Covid-19), memicu reaksi dari banyak kalangan. Termasuk anggota Komisi III Fraksi Partai Golkar Supriansa yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti maksud dari bupati tersebut.

Supriansa tak ingin tingkah laku kepala daerah tersebut justru memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk kepentingan politik pribadi.

"Ada juga kabupaten-kabupaten tertentu yang mencoba memanfaatkan kesempatan ini. Tarulah bantuan dari APBN ditempeli wajah bupatinya di bantuan beras, di bantuan hand sanitizer ditempeli, lalu dibagikan ke masyarakat. Apa kira-kira harapan itu, ya jangan sampai ini diboncengi oleh kepentingan politik," katanya di Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Topik ini rupanya juga mencuri perhatian pembaca dan menempati posisi pertama iNew.id TOP 5. Sementara itu, kisah kernet bus di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang memasang wajah memelas saat diminta polisi putar balik ke Jakarta karena kangen keluarga, menempati posisi kedua.

Peristiwa ini terjadi saat bus jurusan Jakarta-Kuningan beserta penumpang dihentikan petugas gabungan TNI-Polri di check point perbatasan Bekasi-Karawang, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi. Bus yang diketahui membawa rombongan mudik menuju Kuningan itu, kemudian diminta berputar arah dan kembali ke Jakarta.

Namun, seorang kernet bus yang telah kangen dan rindu dengan keluarga berusaha meminta untuk tetap diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Kernet bus mengaku sudah satu minggu tak bertemu keluarga dan sudah kangen kepada mereka. Dia juga mengaku kondisi keuangan sudah kian menipis akibat merebaknya wabah corona.

Sementara sikap Bupati Bogor Ade Yasin yang meminta warga bisa mencontoh kepatuhan dan kedisplinan masyarakat Vietnam agar bebas penyebaran virus corona, juga mencuri perhatian dan menempati posisi ketiga. Mereka patuh terhadap kebijakan pemerintah Vietnam.

Awalnya, Ade Yasin menyebut para ahli memprediksi virus corona di Indonesia akan selesai pada Juni 2020. Syaratnya, warga diminta tetap berada di rumah selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Oleh sebab itu, apabila kita ingin menghentikan corona di bulan Juni sesuai perkiraan para ahli, saatnya kita mencontoh kepatuhan dan disiplin warga Vietnam. Kita harus menguatkan tekad, kalau Vietnam bisa mengapa kita tidak," ucap Ade Yasin dalam Instagram pribadinya, Minggu (26/4/2020).

Di urutan empat, tentang kondisi yang dialami Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang kembali pulih setelah dirawat akibat positif Covid-19. Selama lebih dari satu bulan, dia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Budi Karya mengucap rasa syukur setelah dinyatakan sembuh oleh tim dokter. Melalui akun Instagram, Budi Karya mengisahkan masa-masa sulit saat terbaring di rumah sakit.

Mantan direktur utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini sebelumnya mengaku sempat tidak sadarkan diri selama 14 hari saat dirawat. Karena itu, dia pun berterima kasih atas kerja keras dan dedikasi tim dokter RSPAD yang merawatnya hingga sembuh dan dapat bekerja kembali.


Untuk urutan kelima, tidak kalah mencuri perhatian yaitu pemberitaan soal kondisi pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un hingga saat ini. Spekulasi mengenai kondisi pria yang diyakini berusia 36 tahun itu pun semakin melebar, meskipun tak lagi mengasumsikan dia meninggal.

Mantan diplomat Korut yang kini menjadi politikus di Korea Selatan (Korsel) Thae Yong Ho tak yakin Kim Jong Un meninggal. Namun, dia berspekulasi Kim sakit atau mengalami luka yang menyebabkan tak bisa berdiri atau berjalan.

Inilah yang menjadi sebab Kim tak hadir saat peringatan hari ulang tahun pendiri negeri yang juga kakeknya Kim Il Sung pada 15 April lalu atau biasa disebut Hari Matahari.

“Kim Jong Un bukan hanya pemimpin Korea Utara, tapi dia cucu Kim Il Sung, di mata Korea Utara itu benar-benar tidak normal. Saya tidak yakin apakah dia benar-benar menjalani operasi atau yang lain, tapi satu hal yang jelas dia tidak bisa berdiri atau berjalan dengan baik,” ujarnya kepada CNN.

Video Editor: Ifaldi Musyadat

Editor : Tuty Ocktaviany