TOP 5, Jokowi Terjunkan TNI-Polri agar Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan dan Arab Saudi Akan Cabut Jam Malam

Wahyu Triyogo ยท Jumat, 29 Mei 2020 - 19:20 WIB

JAKARTA, iNews.id - Persiapan menuju normal life yang diwacanakan oleh Presiden Joko Widodo menjadi perhatian masyarakat dan menempati posisi pertama iNews.id TOP 5. TNI dan Polri telah menggelar pasukan di 4 provinsi dan 24 kabupaten/kota untuk memastikan penerapan disiplin pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berjalan lancar.

Presiden Jokowi mengungkapkan alasan menerjunkan TNI-Polri pada penerapan disiplin PSBB terkait pencegahan penularan virus corona baru (Covid-19). Dia mengatakan, penerapan disiplin tersebut untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

"Jadi TNI dan Polri ini adalah mengawasi pelaksanaan di lapangan, memastikan pelaksanaan di lapangan. Hal-hal yang berkaitan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan menghindarkan orang dari kerumunan atau saling berdesak-desakan. Ini yang kita ingin pastikan," katanya di Mall Summarecon Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020).

Dengan penempatan TNI/Polri di lokasi keramaian, Jokowi berharap dapat mendisiplikan masyarakat agar dapat mengikuti protokol kesehatan yang disepakati melalui PSBB. Dengan begitu, nanti bisa masuk ke tahapan normal baru (new normal).

Di posisi kedua, untuk mensukseskan rencana new normal life, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. Panduan tersebut mempertimbangkan ekonomi harus tetap berjalan dalam situasi sekarang.

Terawan menuturkan, dunia usaha dan masyakat pekerja memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penularan. Ini mengingat besarnya jumlah populasi pekerja dan mobilitas, serta interaksi penduduk umumnya disebabkan aktivitas bekerja.

“Tempat kerja sebagai lokus interaksi dan berkumpulnya orang merupakan faktor risiko yang perlu diantisipasi penularannya,” kata Terawan di Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Panduan ini mengatur sejumlah hal yang dimaksudkan sebagai langkah-langkah pencegahan penularan Covid-19. Salah satunya, mengenai kebijakan manajemen perusahaan selama PSBB.

Lonjakan jumlah penderita Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) menjadi berita populer di urutan ketiga. Di Jawa timur ada lonjakan sebanyak 199 orang pada Rabu (27/5/2020).

Penambahan pasien positif ini merupakan yang tertinggi di Indonesia, disusul DKI Jakarta sebanyak 97 dan Kalimantan Selatan 73 orang. Kini, jumlah total pasien terkonfirmasi positif di provinsi ini mencapai 4.142 orang.

Data dari Laporan Media Harian Covid-19 tanggal 27 Mei 2020, pukul 12.00 WIB mencatat jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari virus ini bertambah 16 orang. Dengan demikian, jumlah pasien sembuh di Jatim saat ini terdata ada 522 orang.

Sedangkan jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 hari ini juga bertambah 19 orang. Dengan demikian, total jumlah pasien yang meninggal di Jatim akibat Covid-19 ada 320 orang.

Penambahan jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Jatim menjadi yang tertinggi di Indonesia. Di posisi kedua ada DKI Jakarta dan Kalimantan Selatan masing-masing delapan orang.

Di posisi keempat, Malaysia menerapkan biaya karantina bagi semua orang yang masuk ke negara jiran ini. Semua orang yang masuk Malaysia mulai 1 Juni 2020 akan dikenakan biaya karantina untuk mencegah penyebaran virus corona. Mereka akan dimintai persetujuan pembayaran sebelum masuk negara.

Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob mengatakan, bagi warga Malaysia dikenakan biaya 50 persen sedangkan warga asing harus menanggung biaya penuh, termasuk mereka yang menikah dengan warga lokal.


“Ini akan berlaku mulai 1 Juni karena Malaysia akan terus memberlakukan karantina wajib pada mereka yang kembali dari luar negeri untuk mencegah penyebaran Covid-19," kata Sabri, dikutip dari The Star, Kamis (21/5/2020).

Dewan Keamanan Nasional memutuskan, biaya yanng dikenakan kepada warga asing adalah 150 ringgit atau sekitar Rp506.000 per hari.

Posisi kelima, ada informasi dari Arab Saudi. Di mana Arab Saudi akan mengakhiri kebijakan jam malam nasional mulai 21 Juni mendatang, kecuali di Kota Suci Makkah. Pengumuman itu disampaikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Arab Saudi, Selasa (26/5/2020), setelah aturan jam malam yang mengekang ketat diberlakukan selama lebih dari dua bulan di negeri itu untuk menahan wabah virus corona (Covid-19).

Pemerintah akan mengizinkan kembali penyelenggaraan ibadah salat berjamaah di semua masjid di luar Makkah mulai 31 Mei ini, kata Kemendagri Arab Saudi seperti dikutip kantor berita negara, Saudi Press Agency.

Kerajaan negeri padang pasir itu akan mulai melonggarkan pembatasan secara bertahap pekan ini, termasuk dengan melonggarkan jam malam dari pukul 06.00 sampai pukul 15.00, antara Kamis dan Sabtu. Dari Minggu (31/5/2020) hingga 20 Juni, jam malam akan dilonggarkan lagi sampai jam 20.00, tambah kementerian.

Video Editor: Muarif Ramadhan
Cameraman: Faisal Reza

Editor : Tuty Ocktaviany