TOP 5, Kasus Positif Covid-19 Indonesia Lampaui China dan Jokowi Bubarkan 18 Lembaga

Tuty Ocktaviany ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 17:26 WIB

JAKARTA, iNews.id – Masyarakat Indonesia terus diingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, kasus positif Covid-19 di Indonesia kini melampaui China.

Data Jumat (24/7/2020), pasien positif Covid-19 yang disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 bertambah 1.761 dari jumlah sebelumnya 93.657 orang. Data yang dimutakhirkan pukul 12.00 WIB itu mencatat kumulatif pasien positif Covid-19 menjadi 95.418 orang.

Sementara mengutip data Worldometers pada Jumat (24/7/2020), kasus positif kasus positif di Negeri Tirai Bambu sebagai negara pertama yang terjangkit Covid-19 saat ini berjumlah sebanyak 83.750 orang.

Pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga Surabaya, Laura Navika Yamani mengatakan, data tersebut seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah. Terutama terkait evaluasi strategi pengendalian covid-19.

"Seharusnya ini menjadi warning bagi pemerintah, utamanya terkait strategi pengendalian covid-19 di masa new normal," katanya saat dihubungi, Minggu (19/7/2020).

Dengan adanya fakta itu, Laura mengingatkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Dia melihat masih banyak masyarakat yang melanggar protokol kesehatan, serta tidak sedikit yang menganggap kalau covid-19 sudah tidak ada.

"Masyarakat harus waspada dan menyadari bahwa covid itu ada dan nyata, sehingga jangan sampai masyarakat tidak berperan aktif dalam upaya pengendalian covid-19 karena memang kuncinya di masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, posisi kedua soal informasi dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terkait vaksin corona. Erick mengungkapkan, vaksin corona baru akan rampung pada awal tahun depan atau 2021. Setelah itu barulah pemerintah melalui PT Bio Farma (Persero) akan mengedarkannya.

"Karena kita ketahui bahwa vaksin baru bisa beredar di awal tahun depan," ucapnya saat jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (21/7/2020).


Dia meminta masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai karena ada kabar positif ini, masyarakat justru tidak mengindahkan pencegahan virus corona tersebut.

"Jadi dari sekarang sampai awal tahun depan penting sekali disiplin yang ada di masyarakat," kata Erick.

Kemudian ketiga, terkait reaksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) atas mundurnya Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU) dari Program Organisasi Penggerak. Kemendikbud menghormati keputusan PP Muhammadiyah dan (NU).

Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Evy Mulyani mengatakan, pihaknya terus menjalin komunikasi dan koordinasi semua pihak sesuai komitmen bersama terkait Program Organisasi Penggerak yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Program tersebut sejatinya untuk memberdayakan komunitas pendidikan Indonesia.

"Tujuannya meningkatkan kualitas belajar anak-anak Indonesia yang fokus pada keterampilan, fondasi terpenting untuk masa depan SDM Indonesia — literasi, numerasi, dan karakter," katanya di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Program Organisasi Penggerak, Evy memaparkan, dilaksanakan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan independensi. Program tersebut berfokus pada substansi proposal organisasi masyarakat (ormas).

Pembubaran 18 lembaga oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menempati posisi keempat TOP 5. Lembaga tersebut terdiri atas badan, komite, satuan tugas dan tim.

Pembubaran berdasarkan Perpres 82/2020. Melalui perpres ini, Jokowi sekaligus membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Komite ini bertanggungjawab langsung kepada presiden. Seiring pembubaran 18 lembaga tersebut, tugas dan fungsinya akan dialihkan kepada kementerian maupun komite yang baru dibentuk ini.

Lalu posisi kelima, terkait status Achmad Yurianto yang tak lagi jadi jubir pemerintah untuk penanganan Covid-19. Sosok Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan itu setiap hari menyampaikan perkembangan data terkait pasien covid-19.

Sebagai gantinya, kata Yuri, perkembangan data akan disampaikan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adi Sasmito.

Video Editor: Mochamad Nur
Cameraman: Dharma Pandularas

Editor : Tuty Ocktaviany