TOP 5, Kunjungan Prabowo ke China hingga Rekening Kasino Rp50 M Milik Kepala Daerah

Ahmad Islamy Jamil ยท Jumat, 20 Desember 2019 - 18:35 WIB

JAKARTA, iNews.id – Berita seputar aktivitas Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto masih menarik minat para pembaca di Indonesia. Menempati posisi pertama daftar TOP 5 iNews.id pekan ini, yaitu berita tentang kunjungan perdana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke China dari Minggu (15/12/2019) hingga Rabu (18/12/2019). Di Ibu Kota Beijing, dia bertemu dengan Menteri Pertahanan Nasional China Jenderal Wei Fenghe dan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat China Jenderal Xu Qiliang.

Mantan danjen Kopassus itu juga berkunjung ke State Administration for Science, Technology and Industry for National Defense (SASTIND), yang membawahi semua industri strategis dan pertahanan di China. Berada di Negeri Tirai Bambu selama tiga hari, Prabowo membahas upaya-upaya yang dapat dilakukan bersama untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan kedua negara.

Dalam kunjungan perdananya ke China itu, Menhan Prabowo didampingi beberapa pejabat Kemhan, Komando Pertahanan Udara Nasional, Komando Operasi TNI Angkatan Udara 2, Komando Pusat Persenjataan Kavaleri TNI Angkatan Darat, Komando Pusat Persenjataan Artileri Medan TNI Angkatan Darat, Komando Pusat Persenjataan Artileri Pertahanan Udara TNI Angkatan Darat, Komando Armada 1 TNI Angkatan Laut, dan Komando Sekolah Staf TNI. Sjafrie Sjamsoeddin dan Suryo Prabowo selaku penasihat Menhan turut pula dalam rombongan delegasi RI itu.

Di posisi kedua, ada berita tentang temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai valuta asing bernilai Rp50 miliar milik sejumlah kepala daerah di rekening kasino luar negeri. Anggota Komisi III DPR Arsul Sani meminta kepada lembaga penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Polri untuk menindaklanjuti temuan PPATK jika terindikasi tindak pidana.

Menurut Arsul, Komisi III DPR akan mendalami temuan itu dalam kesempatan rapat kerja (raker) dengan PPATK. Raker akan dilaksanakan setelah masa reses anggota dewan.

Berikutnya di posisi ketiga daftar TOP 5 iNews.id pekan ini, ada kabar duka yang menimpa AKBP Andi Nurwandi. Perwira menengah (pamen) Polri itu tewas setelah jatuh dari ketinggian sekitar 50 meter di Gunung Parang, Desa Sukamulya, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (14/12/2019). Peristiwa itu terjadi saat korban hendak turun gunung. Namun, tali sling pengamannya terputus. Korban pun menghantam pepohonan dan bebatuan di dasar gunung.

Peristiwa itu cukup menggegerkan warga sekitar karena insiden seperti itu belum pernah terjadi di gunung batu yang sering dijadikan tempat rekreasi petualangan. Bahkan, reputasi Gunung Parang cukup terkenal hingga banyak dijajal oleh pemanjat luar negeri.

Di posisi keempat, ada berita tentang meja marmer berkaki tiga peninggalan Sri Sultan HB VIII di Museum Kursi HB VIII di Kompleks Keraton Yogyakarta, patah akibat dipakai untuk aktivitas swafoto pengunjung, Senin (16/12/2019). Peristiwa tersebut diketahui abdi dalem Keraton Yogyakarta, Mas Bekel Purakso Wiarjo. Menurut dia, kejadian rusaknya meja marmer itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB hari itu.

Saat itu, Mas Bekel mendengar ada suara benda jatuh dan benturan dari benda tersebut. Ternyata, ada seorang pengunjung perempuan naik ke meja itu untuk berselfie ria tanpa sepengetahuan penjaga museum. Meski pengunjung sudah dilarang untuk naik ke meja itu, nyatanya tetap saja ada yang bandel, sehingga berakibat rusaknya benda museum.

Sementara di posisi kelima daftar TOP 5 iNews.id pekan ini, ada video viral dua perempuan berjoget sembari mandi mengendarai sepeda motor di jalan raya Mojokerto, Jawa Timur. Tak lama, aksi serupa juga dilakukan empat pria muda hingga akhirnya menjadi perbincangan warga.

Satlantas Polres Mojokerto lantas memanggil para pemeran di video tersebut. Keempat pemuda itu diketahui masih berstatus siswa SMA. Sementara dua perempuan lainnya, yaitu adik-kakak yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut.

Video Editor: Mochamad Nur
Cameraman: Muhammad Faisal

Editor : Tuty Ocktaviany