TOP 5, Ratusan Ahli Sepakat Covid-19 Menular lewat Udara dan Maria Pauline Diekstradisi ke Indonesia

Latief Siregar ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 18:38 WIB

JAKARTA, iNews.id – Penyebaran Covid-19 rupanya tidak hanya lewat droplet atau percikan dari saluran pernapasan seseorang, seperti bersin dan batuk, yang menempel pada permukaan. Hasil temuan terbaru dari para ahli menyebutkan, virus yang melayang di udara, terutama di ruang tertutup dengan ventilasi buruk, sangat rentan menginfeksi manusia.

Untuk itu, lebih dari 230 ilmuwan dari 32 negara mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk merevisi rekomendasi soal penularan virus corona yang selama ini lebih menitikberatkan pada droplet. Hal ini yang menyita perhatian masyarakat dan menempati posisi pertama iNews.id TOP 5.

Untuk itu, penggunaan masker di tempat tertutup tak kalah pentingnya serta harus memenuhi standar kesehatan, seperti N95. Kondisi ini bisa dialami para petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di rumah sakit atau fasilitas medis.

Soal Maria Pauline Lumowa, pembobol BNI Rp1,7 triliun yang diekstradisi ke Indonesia, menempati posisi kedua. Hal itu diketahui dari kunjungai Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly dan delegasi yang berhasil menyelesaikan proses ekstradisi buronan pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa dari negara tersebut.

"Dengan gembira saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handling over atau penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari pemerintah Serbia," kata Yasonna dalam keterangan pers yang diterima iNews.id di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Yasonna menyebut keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi ini tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik kedua negara. Selain itu, proses ekstradisi ini juga menjadi buah manis komitmen pemerintah dalam upaya penegakan hukum yang berjalan panjang.

Yasonna menyebut pemulangan ini sempat mendapat 'gangguan'. Namun menurutnya Pemerintah Serbia tegas pada komitmennya untuk mengekstradisi Maria Pauline Lumowa ke Indonesia.

"Indonesia dan Serbia memang belum saling terikat perjanjian ekstradisi, namun lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan," ujar Yasonna.

Kemudian posisi ketiga juga tidak kalah menyita perhatian, yaitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang izinkan bioskop beroperasi dengan syarat ketat. Pemrov DKI Jakarta menjadikan operasional bioskop sebagai bahan evaluasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase 1. Bioskop sudah boleh beroperasi sejak 6 Juli 2020.

Syarat yang harus dipenuhi penonton yakni menggunakan masker, melakukan budaya etika batuk dan bersin, menghindari menyentuh mata, hidung, dan wajah, serta mejaga jarak minimal satu meter.

"Bioskop sudah boleh dibuka sejak Senin (6/7) hingga hari terakhir PSBB transisi pada Kamis (16/7)," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Cucu Ahmad Kurnia di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Pengelola bioskop juga wajib menggunakan penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan faceshield bagi seluruh karyawan, penyediaan fasilitas cuci tangan, melakukan disinfeksi secara berkala, pengecekan suhu kepada semua pihak, memberi tanda peringatan jaga jarak fisik, dan mencegah adanya kerumunan.

Kemudian kalung antivirus corona yang membuat heboh, membuat Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof Suwijiyo Pramono angkat bicara. Dia menyebutkan kalung eucalyptus belum terbukti bisa menangkal Covid-19. Produk tersebut disebut hanya dapat membunuh virus influenza, beta, dan gamma corona.

Soal heboh kalung antivirus corona ini menyita perhatian masyarakat dan berada di posisi keempat. Pramono menjelaskan, eucalyptus mengandung sejumlah zat aktif yang bermanfaat bagi tubuh. Dalam eucalyptus mengandung minyak atsiri yang di dalamnya terdapat senyawa 1,8 sineol yang bersifat antibakteri, antivirus, dan ekspektoran untuk mengencerkan dahak.

Pakar herbal UGM ini menyebutkan pernah ada penelitian eucalyptus pada virus influenza dan virus corona. Hasilnya menunjukkan mampu untuk membunuh virus flu dan corona.

“Virus corona SARS-CoV-2 ini kan baru, dalam uji Kementan kemarin menggunakan virus itu atau bukan? Misalpun sudah, kembali lagi kalau uji baru di tahap invitro, baru sebatas itu,” kata Pramono dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/7/2020).

Posisi kelima yang mencuri perhatian, yaitu sopir bus di Prancis dihajar hingga mati otak pada Senin 6 Juli 2020, karena tolak penumpak tak pakai masker. Padahal, penggunaan masker di atas transportasi umum telah menjadi salah satu aturan baku selama pandemi virus corona baru (Covid-19).

Satu sumber kepolisian di Kota Bayonne, di wilayah barat daya Prancis, mengatakan bahwa satu orang telah ditahan dan sejumlah tersangka lainnya dalam kasus penganiayaan itu sedang diburu.

Dilansir AFP, beberapa orang memaksa naik bus yang dikemudikan korban pada Minggu (5/7/2020) malam. Padahal, mereka tidak memiliki tiket dan tanpa mengenakan masker—yang telah menjadi aturan wajib pada angkutan umum di seluruh Prancis.

Ketika pengemudi yang berusia 50-an tahun itu mencoba mencegah mereka masuk, dia berulang kali dipukul oleh gerombolan itu. Akibatnya, pria malang itu pun mengalami cedera kepala serius.

Video Editor: Mochamad Nur
Cameraman: Dharma Pandularas

Editor : Tuty Ocktaviany