180 Jemaat Gereja Dikarantina karena Nekat Gelar Kebaktian, 1 Orang Positif Corona
“Pada saat ini, organisasi yang mengadakan layanan atau pertemuan secara langsung, telah menempatkan kesehatan dan keselamatan jemaat mereka, masyarakat umum, dan kemampuan tenaga medis lokal kami pada risiko besar,” ungkap BCPH dalam pernyataan itu.
“Organisasi ini bergerak terlalu cepat melalui proses pembukaan kembali (gereja mereka) yang dapat menyebabkan kemunduran besar dan bisa memaksa kita untuk kembali ke langkah-langkah pembatasan yang lebih ketat,” ucap BCHP lagi.
Gubernur California, Gavin Newsom, pada Maret 2020 lalu telah melarang segala bentuk pertemuan sosial sampai pemberitahuan lebih lanjut. Larangan itu bertujuan untuk memperlambat penyebaran virus di negara bagian itu.
Namun, Newsom baru-baru ini mengizinkan pelonggaran kembali pembatasan sosial di California secara bertahap. BCPH menyatakan, sampai sejauh ini masih belum memungkinkan bagi warga untuk melakukan pertemuan lewat rencana pelonggaran kembali pembatasan sosial di tingkat county (setara kabupaten kota).
Pada Selasa (12/5/2020), pakar penyakit menular AS Anthony Fauci telah memperingatkan Kongres dan Pemerintah Amerika Serikat bahwa pencabutan pembatasan sosial secara dini dapat menyebabkan munculnya gelombang baru dari wabah virus yang mematikan itu, menurut Reuters. Sejauh ini, virus corona telah membunuh 87.568 orang di AS dan lebih dari 300.000 orang di seluruh dunia. Hampir 1,5 juta penduduk telah terinfeksi di AS.
Editor: Ahmad Islamy Jamil