2 Remaja Perempuan Adik-Kakak Diperkosa 15 Pria selama 6 Hari
FAISALABAD, iNews.id - Sebanyak 15 laki-laki di Pakistan ditangkap polisi atas tuduhan memerkosa dua perempuan adik-kakak. Pemerkosaan yang berlangsung selama 6 hari itu menghebohkan publik Pakistan.
Dua korban yang masih remaja merupakan warga Provinsi Punjab. Mereka lebih dulu diculik sebelum diperkosa para pelaku.
Peristiwa ini terungkap setelah ibu korban melapor ke polisi bahwa putrinya, berusia 15 dan 17 tahun, diculik pada 11 September lalu.
Dia mengatakan, dua putrinya dibawa ke lokasi berbeda, di mana mereka diperkosa oleh setidaknya 15 laki-laki. Pemerkosaan itu bahkan direkam menggunakan kamera video oleh para pelaku.
PM Pakistan Imran Khan: Pelaku Pemerkosaan Harus Dikebiri
"Anak perempuan saya dibawa ke lokasi berbeda selama 6 hari di mana mereka diperkosa oleh para tersangka yang mabuk dan mengambil foto tidak senonoh serta merekam video mereka," kata polisi, mengutip pernyataan ibu korban, seperti dilaporkan KT, Senin (26/10/2020).
Korban berusia 15 tahun kemudian dibuang di Jhang Bazar, Faisalabad, dan saudaranya ditinggalkan di Gujranwala. Para pelaku lalu melarikan diri.
Ibu Muda Prancis Diperkosa di Pinggir Jalan, Unjuk Rasa Meletus di Sejumlah Kota Pakistan
Ibu korban menambahkan, mereka tidak langsung melapor polisi karena takut akan dampaknya serta miskin. Mereka lalu memutuskan pindah rumah ke tempat yang dianggap lebih aman.
"Kami hanya orang miskin. Kami tidak bisa melawan mereka dan kami tidak mampu membayar pengacara. Jadi kami memutuskan untuk meninggalkan rumah, pergi ke tempat lain," kata sang ibu.
Bahkan, para pelaku masih meneror korban melalui sambungan telepon. Mereka melakukan video call dan merekam kedua korban.
Kasus pemerkosaan beramai-ramai marak di Pakistan belakangan ini dan menjadi tantangan serius bagi pemerintah, khususnya di Provinsi Punjab.
Baru-baru ini, seorang ibu dengan dua anaknya yang masih kecil diserang, dirampok, dan diperkosa dua laki-laki di jalan raya Lahore-Sialkot, memicu protes luas di seluruh Pakistan.
Editor: Anton Suhartono