Ibu Muda Prancis Diperkosa di Pinggir Jalan, Unjuk Rasa Meletus di Sejumlah Kota Pakistan

Ahmad Islamy Jamil ยท Minggu, 13 September 2020 - 09:17 WIB
Ibu Muda Prancis Diperkosa di Pinggir Jalan, Unjuk Rasa Meletus di Sejumlah Kota Pakistan

Massa yang didominasi perempuan berunjuk rasa di Peshawar, Pakistan, Sabtu (12/9/2020). Mereka menuntut polisi mengusut tuntas kasus perkosaan terhadap perempuan Prancis di pinggir jalan raya, Selasa (8/9/2020) lalu. (Foto: AFP)

KARACHI, iNews.id – Aksi unjuk rasa meletus di beberapa kota Pakistan, Sabtu (12/9/2020). Protes massa itu menuntut agar polisi segera mengusut kasus pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang ibu muda Prancis yang bepergian dengan anak-anaknya di jalan raya, empat hari sebelumnya.

Kepolisian Pakistan menyatakan akan meluncurkan perburuan para tersangka. Perempuan korban perkosaan itu—yang menurut polisi berusia 30-an tahun awal—sedang mengemudi mobil pada Selasa (8/9/2020) malam di luar Kota Lahore bersama kedua anaknya. Di tengah perjalanan, kendaraannya kehabisan bahan bakar.

Perempuan itu kemudian menelepon polisi untuk meminta bantuan. Akan tetapi, sebelum polisi tiba, dua pria tak dikenal muncul dan memaksa korban dan anak-anaknya keluar dari mobil dengan todongan senjata. Para pelaku kemudian memperkosa perempuan itu di pinggir jalan raya.

Inspektur Jenderal Provinsi Punjab, Inam Ghani mengatakan, polisi telah mengidentifikasi kedua tersangka pemerkosaan melalui penelusuran DNA. “Saya berharap segera kami akan menjangkau mereka dan menangkap mereka,” katanya kepada wartawan, Sabtu (12/9/2020) malam.

Akan tetapi, pernyataan jenderal polisi itu belum dapat memuaskan para pengunjuk rasa. Mereka menyerukan agar pemimpin penyidik polisi yang ditugaskan untuk kasus tersebut, Omar Sheikh, segera dipecat. Pasalnya, Sheikh telah berulang kali mengeluarkan pernyataan yang seolah-olah justru menyalahkan korban.

Beberapa pernyataan kontroversial Sheikh yang disoroti para demonstran itu antara lain “tidak seharusnya korban bepergian pada malam hari”, dan “seharusnya korban memastikan kendaraannya memiliki cukup bahan bakar”.

Sheikh juga mengatakan, perempuan itu seakan-akan menganggap Pakistan sama amannya dengan Prancis, negara tempat asal korban. Saat dimintai Reuters tanggapan, Kedutaan Besar Prancis di Islamabad tidak memberikan jawaban apa pun.

Di Kota Islamabad, ratusan pengunjuk rasa berkumpul. Beberapa di antara mereka mengibarkan bendera Prancis, sedangkan yang lainnya memegang alat peraga bertuliskan “gantung para pemerkosa”.

Ratusan demonstran lainnya, yang kebanyakan perempuan, juga berkumpul di Kota Lahore, Karachi, dan bahkan Kota Peshawar di barat laut Pakistan yang masyarakatnya terkenal konservatif.

Editor : Ahmad Islamy Jamil