274 Wartawan Dipenjara Sepanjang 2020, Sebagian karena Liputan terkait Covid

Antara ยท Rabu, 16 Desember 2020 - 00:12:00 WIB
274 Wartawan Dipenjara Sepanjang 2020, Sebagian karena Liputan terkait Covid
Ilustrasi jurnalis. (Foto: Pixabay)

NEW YORK, iNews.id – Ratusan wartawan kembali dipenjara sepanjang 2020. Pemenjaraan para jurnalis itu berlangsung di saat pemerintah menindak keras peliputan pandemi Covid atau berupaya menekan pemberitaan kerusuhan sipil. 

Komite untuk Perlindungan Wartawan (CPJ) pada Selasa (15/12/2020) menyampaikan, sedikitnya 274 wartawan dijebloskan ke penjara dari awal Januari tahun ini hingga 1 Desember lalu. Itu adalah angka tertinggi sejak kelompok yang bermarkas di New York, AS, itu mulai mengumpulkan data pada awal 1990-an. Sementara, sepanjang tahun lalu, ada 250 wartawan yang dibui.

Ketegangan politik dan aksi protes menyebabkan banyak penangkapan, dengan sebagian besar terjadi di China, Turki, Mesir, dan Arab Saudi, katanya.

Di tengah pandemi Covid-19, para pemimpin otoriter berupaya mengendalikan pemberitaan dengan menangkap para wartawan. Setidaknya dua wartawan meninggal usai terinfeksi penyakit di balik jeruji besi, menurut laporan tersebut.

“Mengejutkan dan mengerikan bahwa kami sedang menyaksikan rekor jumlah wartawan yang dibui di tengah pandemi global,” ujar Direktur Eksekutif CPJ, Joel Simon, Selasa (15/12/2020).

Laporan itu menyalahkan kurangnya kepemimpinan global terhadap nilai-nilai demokrasi. Apalagi serangan terhadap media oleh Presiden AS Donald Trump, yang dikabarkan memberi perlindungan kepada otoritas untuk menindak para wartawan di negara mereka sendiri.

Secara global, 34 wartawan dibui karena “berita hoaks” sepanjang 2020, dibandingkan 31 wartawan yang dipenjara dengan tuduhan serupa pada tahun lalu. “Rekor jumlah wartawan yang dipenjara di seluruh dunia adalah warisan kebebasan pers Presiden Trump,” kata Simon.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2