30 Sipir Penjara di AS Dipecat karena Memberi Hormat ala Nazi
"Tidak ada yang salah dengan itu. Kami memiliki peserta dari semua golongan dan latar belakang dalam foto tersebut dan semuanya berpartisipasi," kata Byrd.
Para peserta pelatihan melakukan hormat gaya Nazi karena mereka menganggap Byrd orang yang keras seperti Adolf Hitler. Hasil penyelidikan menyimpulkan, gaya hormat tersebut dimotivasi oleh ketidaktahuan dan kurangnya pemahaman.
Meski demikian tindakan mereka dianggap telah merusak reputasi lembaga pemasyarakatan dan berlawanan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan.
Departemen Urusan Militer dan Keamanan Publik merekomendasikan pemecatan semua peserta magang yang terlibat, bersama seorang staf karena tidak melaporkan foto itu kepada atasannya. Sejauh ini, dua pelatih juga sudah diberhentikan.
Kejadian ini bertepatan dengan meningkatnya kekhawatiran atas insiden anti-Semit di AS. Pada Sabtu pekan lalu, seorang pria pengagum Nazi dan Adolf Hitler menikam beberapa orang di rumah seorang rabbi Yahudi di New York, melukai lima orang.
Pihak berwenang mengajukan dakwaan kejahatan kebencian terhadap pelaku, Grafton Thomas (37). Dalam dokumen dakwaan diungkap bahwa Thomas memiliki pandangan anti-Semit dan merencanakan serangan terhadap komunitas Yahudi di New York.
Editor: Anton Suhartono