4 Fakta Rambut Unik Tiongkok Botak di Depan Panjang di Belakang, Nomor 3 Mengerikan
3. Hukuman Berat Jika Tidak Patuh
Lantas, bagaimana jika ada yang tidak patuh? Dinasti Qing akan memberikan hukuman berat bagi pelanggar. Bahkan, mereka yang tidak mengikuti aturan bisa dihukum mati.
Satu kalimat terkenal yang dikeluarkan Manchu adalah “potong rambut atau potong kepala Anda”. Ancaman ini yang kemudian menjadi senjata Manchu mewajibkan para pria mengikuti aturan tersebut. Karena beratnya tekanan dan ancaman hukuman, tidak ada warga yang berani membangkang.
Dinasti Qing menerapkan aturan gaya rambut queue bukan hanya kepada mereka yang tinggal di Tiongkok. Warga Tiongkok yang melancong atau menetap di negara lain harus mempertahankan ciri khas queue. Secara tidak langsung, penerapan gaya rambut ini menjadi simbol diserahkannya Tiongkok ke tangan Manchu.
4. Pudar karena Revolusi
Gaya rambut queue perlahan pudar dan menghilang seiring revolusi pada 1911. Masyarakat merasa sangat tidak puas dengan pemerintahan Dinasti Qing. Apalagi, Tiongkok menderita kekalahan dalam perang melawan Jepang. Revolusi itu pun mengakhiri kekuasaan Dinasti Qing.
Para revolusioner di Tiongkok mengaitkan queue dengan pengaruh Dinasti Qing. Mereka memutuskan untuk memotong rambut sebagai bentuk pemberontakan. Langkah itu diikuti luas oleh masyarakat luas hingga menyebar ke seluruh Tiongkok.
Kondisi ini sekaligus menandai jatuhnya Dinasti Qing. Bahkan, kaisar terakhir dinasti juga memotong rambutnya.
Editor: Anton Suhartono