5 Fakta Pelaksanaan Haji 2020, Hanya Diikuti 1.000-an Jemaah di Bawah 65 Tahun

Anton Suhartono ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 07:16 WIB
5 Fakta Pelaksanaan Haji 2020, Hanya Diikuti 1.000-an Jemaah di Bawah 65 Tahun

Pelaksanaan haji tahun ini hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah berusia di bawah 65 tahun (Foto: AFP)

JEDDAH, iNews.id - Arab Saudi memastikan ibadah haji tahun ini tetap digelar meskipun di tengah pandemi virus corona. Untuk itu kementerian haji dan umrah serta kementerian kesehatan Saudi menerapkan protokol ketat agar pelaksanaan haji aman.

Menteri Kesehatan Tawfiq Al Rabiah mengatakan, pemerintah akan memastikan semua jemaah bebas dari infeksi virus corona.

Berikut lima fakta terkait pelaksanaan haji 1441 H:

1. Jumlah jemaah dibatasi sekitar 1.000 orang

Demi memastikan protokol kesehatan berjalan selama pelaksanaan haji, jumlah jemaah dibatasi hanya sekitar 1.000 orang. Jumlah ini jauh di bawah jika dibandingkan dengan kondisi normal yang bisa mencapai lebih dari 2,5 juta orang.

Dengan pembatasan menjadi 1.000-an  jemaah, protokol menjaga jarak bisa lebih mudah diterapkan.

2. Semua jemaah akan dikarantina sebelum dan sesudah pelaksanaan haji

Untuk lebih memastikan tak ada jemaah terpapar virus corona, otoritas kesehatan mewajibkan seluruh jemaah menjalani menjalani karantina sebelum dan sesudah pelaksanaan haji.

Menkes Tawfiq menegaskan, pemerintah ingin memastikan semua jemaah aman di tengah pandemi dan petugas mampu melaksanakannya.

"Kementerian kesehatan menggunakan pengalaman saat melayani para jemaah (tahun sebelumnya). Dengan demikian punya kapasitas SDM dan teknis yang cukup untuk melayani para jemaah dan menjaga kesehatan mereka," katanya.

Untuk mendukung langkah ini, beberapa rumah sakit terpadu disiagakan di Makkah, selain pusat kesehatan di Arafah jika terjadi keadaan darurat selama haji.

3. Tak ada jemaah yang datang dari luar Arab Saudi

Pelaksanaan haji tahun ini dipastikan tanpa jemaah yang datang dari luar Arab Saudi. Namun pemerintah membuka kesempatan bagi warga asing yang sudah berada di Saudi untuk mengikuti haji tahun ini.

Menteri Haji dan Umrah Mohammed Banten mengatakan, tak ada pengecualian untuk pelaksanaan haji 1441 H, perbatasan tetap ditutup demi menjamin lancarnya pelaksanaan ibadah.

“Kami menyadari akan bahayanya virus ini. Negara-negara di seluruh dunia telah menutup perbatasan mereka. Oleh karena itu, tidak ada pengecualian yang akan dibuat,” katanya.

4. Jemaah harus berusia di bawah 65 tahun

Kelompok rentan Covid-19 menjadi perhatian pemerintah Saudi, yakni dari sisi usia. Oleh karena itu mereka tak diizinkan mengikuti haji tahun ini.

Menkes Tawfiq mengatakan, jemaah berusia di atas 65 tahun tak bisa mengikuti haji tahun ini.

“Mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan tidak memiliki penyakit kronis akan diizinkan melaksanakan haji tahun ini,” kata dia.

Dia menambahkan, semua jemaah akan dites virus corona sebelum tiba dan menjalani isolasi.

5. Arab Saudi menghormati keputusan negara lain tak mengirim jemaah

Menteri Mohammed Saleh Banten menghargai keputusan negara-negara dunia yang tidak mengirim jemaah haji tahun ini di tengah pandemi virus corona.

Dia menegaskan, kesehatan tetap harus dipriorotaskan dari segalanya. Hal ini yang juga dilakukan pemerintah Saudi dalam melaksanakan haji.

“Kami menghargai keputusan ini karena bertujuan melindungi warga orang di atas segalanya, yang juga merupakan prioritas Kerajaan sejak awal pandemi, ditandai dengan menghentikan umrah dan sekarang  membatasi jumlah jemaah haji hanya bagi mereka yang tinggal di Arab Saudi,” katanya.

Dia menambahkan kementerian haji hanya akan bekerja sama dengan misi diplomatik yang sudah berada di Saudi untuk menentukan jumlah penduduk non-Saudi yang memenuhi syarat.

Editor : Anton Suhartono