Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengapa Bangladesh Sita Harta Mantan PM Sheikh Hasina Rp112 Triliun? Ini Duduk Perkaranya
Advertisement . Scroll to see content

500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:57:00 WIB
500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam
Sebanyak 500 orang lebih pengungsi Rohingya dikhawatirkan tewas dalam kecelakaan kapal di Myanmar (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JENEWA, iNews.id - Sebanyak 500 orang lebih pengungsi Rohingya dikhawatirkan tewas dalam kecelakaan kapal di Myanmar. Dua kapal besar dilaporkan karam di lepas pantai Myanmar pada akhir Juni lalu.

Dalam pernyataan bersama, dua badan PBB, organisasi untuk urusan migrasi IOM dan badan pengungsi UNHCR, menyampaikan kekhawatiran dua kapal yang membawa lebih dari 500 orang terbalik di lepas pantai Myanmar. Kedua peristiwa itu terjadi di waktu berbeda.

Informasi awal mengungkap, kedua kapal berangkat dari Negara Bagian Rakhine pada akhir Juni. Sebagian besar penumpangnya merupakan etnis minoritas Rohingya.

Mereka dilaporkan sedang dalam perjalanan dari kamp-kamp besar di Cox's Bazar, Bangladesh, tempat lebih dari 1 juta pengungsi Rohingya, tinggal.

Pernyataan itu mengungkao, satu kapal, diyakini membawa sekitar 250 orang, kehilangan kontak tak lama setelah keberangkatan.

Sementara itu, kapal kedua, dilaporkan membawa sekitar 280 orang, diyakini tenggelam di lepas pantai Ayeyarwady, pada 8 Juli.

“Meski insiden dan jumlah korban belum dikonfirmasi secara resmi, UNHCR dan IOM sangat prihatin dengan potensi kehilangan nyawa dalam jumlah sangat besar,” bunyi pernyataan, Kamis (16/7/2026), seperti dilaporkan AFP.

Badan-badan PBB tersebut menyoroti, pelayaran tersebut terjadi di luar musim reguler, saat cuaca laut biasanya sangat berbahaya.

“Hujan deras dan banjir di seluruh wilayah tersebut baru-baru ini semakin meningkatkan risiko terkait dengan pergerakan laut semacam itu,” demikian isi pernyataan.

"Jika terverifikasi, tragedi ini akan menambah jumlah hampir 300 orang yang dilaporkan hilang atau telah kehilangan nyawa di Laut Andaman dan Teluk Bengal sepanjang tahun ini, termasuk pengungsi Rohingya dan warga Bangladesh," kata pernyataan tersebut.

Menurut data UNHCR, hampir 900 pengungsi Rohingya hilang atau tewas di laut Samudera Hindia bagian utara pada 2025 saja. Pada periode itu, lebih dari 6.500 pengungsi berusaha menyeberangi laut berbahaya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut