60 Orang Tewas Ditabrak Kereta karena Acara Ditunda demi Tamu Penting?

Anton Suhartono ยท Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:48 WIB
60 Orang Tewas Ditabrak Kereta karena Acara Ditunda demi Tamu Penting?

Korban tewas diseruduk kereta di Punjab (Foto: AP)

NEW DELHI, iNews.id - Insiden kereta menabrak kerumunan penonton festival tahunan di Kota Amritsar, Negara Bagian Punjanb, menewaskan sekitar 60 orang. Ini merupakan kecelakaan melibatkan kereta terbesar sepanjang 2018.

Kepolisian setempat menyebut insiden ini sebagai kecelakaan yang aneh karena tak ada satu pun warga di sana yang menyadari kereta datang dengan kecepatan tinggi. Dugaannya, mereka tak bisa mendengar suara kereta api mendekat karena suara di lokasi bising dengan suara kembang api.

Pejabat perusahaan perkeretaapian serta pemerintah daerah di Punjab saling menyalahkan mengenai siapa yang harus bertanggung jawab.

Saat kejadian puluhan warga berdiri di rel dan sekitarnya untuk menyaksikan pembakaran patung disertai dengan lontaran kembang api di festival Dusshera yang diadakan tak jauh dari rel.

"Saya selalu menonton festival Dusshera dari sini dan peristiwa ini bekum pernah terjadi sebelumnya, perusahaan kereta seharusnya menghentikan perjalanan atau memperlambat laju kereta. "Semua orang tahu di sini ada pembakaran besar dan ada kerumunan besar," kata Deep Kumari, kata warga setempat, yang menonton festival dari teras rumahnya.

Manoj Sinha, menteri muda yang bertanggung jawab pada pengelolaan kereta api India, mengatakan, pihaknya tidak bisa dimintai pertanggungjawaban atas kecelakaan ini karena jalurnya ditutup orang.

"Kereta api tidak dapat disalahkan, perusahaan tidak diberitahu mengenai acara ini. Mengapa (festival) diselenggarakan di sana? Tidak ada pemberitahuan diberikan kepada perusahaan kereta api," katanya, saat mengunjungi lokasi kejadian, Sabtu (20/10/2018) pagi, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, saksi mata mengatakan, acara festival ditunda beberapa jam karena tamu utama, yakni mantan anggota parlemen Punjab, Navjyot Kaur Sidhu, datang terlambat. Artinya, acara berlangsung bersamaan dengan kedatangan kereta.

Tak pelak, Kaur ikut menjadi sasaran kemarahan. Perempuan itu datang untuk membakar stupa, kemudian meninggalkan lokasi sebelum kecelakaan terjadi.

Pembakaran patung seharusnya digelar bertepatan dengan matahari terbenam, namun karena menunggu Kaur, prosesi pembakaran ditunda hingga hari gelap.

Kaur membela diri dan menyalahkan perusahaan kereta. Pasalnya, festival serupa tak hanya digelar di lokasi tersebut, tapi di enam lokasi lain di Amritsar yang juga diadakan di pinggir rel. Perusahaan kereta seharusnya mengetahui hal itu.

"Pihak berwenang kereta api setidaknya harus mengeluarkan petunjuk untuk memperlambat kecepatan. Sungguh kesalahan besar," kata Kaur, di televisi.

Editor : Anton Suhartono