Abaikan Peringatan, PM Israel Netanyahu Janji Caplok Tepi Barat Palestina dalam Beberapa Bulan

Anton Suhartono ยท Senin, 27 April 2020 - 11:31 WIB
Abaikan Peringatan, PM Israel Netanyahu Janji Caplok Tepi Barat Palestina dalam Beberapa Bulan

Benjamin Neanyahu (Foto: AFP)

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan mencaplok wilayah Palestina di Tepi Barat lebih luas untuk dijadikan permukiman Yahudi dalam beberapa bulan.

Dalam pidato virtual kepada para pendukung dari kalangan Kristen evangelis Israel, Minggu (26/4/2020), Netanyahu mengatakan dia ingin menjalankan sebagian dari rencana perdamaian Timur Tengah versi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disampaikan pada Januari lalu.

Trump merestui wilayah Tepi Barat untuk Israel, keputusan yang dikecam dunia karena melanggar hukum internasional.

"Beberapa bulan dari sekarang, saya yakin janji itu akan bisa diwujudkan," kata Netanyahu, seperti dikutip dari Xinhua, Senin (27/4/2020).

Memaksakan kedaulatan Israel atas permukiman Yahudi dan mencaplok Lembah Yordan merupakan bagian dari kampanye Netanyahu dalam pemilu pada Maret lalu agar dirinya kembali terpilih sebagai perdana menteri.

Meski demikian, pekan lalu Netanyahu menandatangani perjanjian pembagian kekuasaan membentuk pemerintah persatuan dengan mantan rivalnya, Benny Gantz, pemimpin Partai Biru dan Putih.

Perjanjian tersebut memungkinkan Netanyahu mendapatkan persetujuan terkait proposal untuk memulai pencaplokan wilayah Palestina di Tepi Barat mulai Juli.

Di sisi lain, perjanjian itu juga mensyaratkan pemerintah Israel tidak mengambil langkah yang bisa merusak prospek perdamaian dengan Palestina.

Warga Palestina menentang keras kedaulatan Israel atas Tepi Barat, yang dicaplok Negara Yahudi dalam perang 1967. Israel menguasai wilayah Tepi Barat sejak saat itu, meski dikecam dunia internasional. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan Israel atas rencana pencaplokan tersebut.

Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov mengatakan, pencaplokan tersebut mengancam proses perdamaian yang telah lama dirintis.

"Prospek berbahaya aneksasi oleh Israel atas beberapa wilayah pendudukan di Tepi Barat merupakan ancaman yang semakin besar. Jika langkah seperti itu diterapkan, akan menjadi pelanggaran serius terhadap hukum internasional, memberikan pukulan telak pada solusi dua negara, menutup pintu bagi pembaruan negosiasi, dan mengancam upaya untuk memajukan perdamaian regional," kata Mladenov, kepada Dewan Keamanan PBB, pada 23 April.

Upaya mencaplok tanah dan mempercepat perluasan permukiman Yahudi, diperburuk dengan kondisi wabah virus corona, bisa semakin mengacaukan situasi.

"Tindakan sepihak hanya akan mengarah pada lebih banyak konflik dan penderitaan,” ujar Mladenov.

Editor : Anton Suhartono