Abaikan Sanksi AS, Turki Terus Bombardir Wilayah Suriah yang Dikuasai Kurdi
TALL TAMR, iNews.id - Pasukan Turki, dibantu pejuang Suriah pro-Turki, terus menggempur kota-kota yang dikuasai milisi Kurdi di perbatasan Suriah pada Hari ketujuh serangan. Satu per satu kota di Suriah yang diduduki Kurdi jatuh ke tangan pasukan Turki.
Serangan itu disertai dengan eksodus warga Kurdi dari kota-kota tersebut ke wilayah Suriah lebih dalam.
Turki terus melancarkan serangan meskipun dihujani kecaman oleh Liga Arab, Uni Eropa, bahkan Amerika Serikat sudah menjatuhkan sanksi terhadap beberapa pejabat dan entitas disertai kenaikan tarif baja.
Milisi Kurdi dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) berusaha bertahan dengan membuat parit dan membarikade jalanan serta membuat terowongan-terowongan di Kota Ras Al Ain untuk melancarkan serangan balasan.
Dikecam karena Serang Suriah, Erdogan: Apa karena Turki Anggota NATO Berpenduduk Muslim?
"Serangan balasan besar-besaran terhadap pasukan Turki dan pejuang Suriah pro-Turki di dekat Ras Al Ain," demikian pernyataan Badan Pemantau Suriah untuk HAM yang berbasis di Inggris, dikutip dari AFP, Selasa (15/10/2019).
Sejak serangan dilancarkan pada Rabu pekan lalu, pasukan yang didukung Turki telah menguasai lebih perbatasan sepanjang lebih dari 100 kilometer. Namun milisi Kurdi mencoba mempertahankan Ras Al Ain atau biasa disebut Siri Kani.
Turki Serang Suriah, Erdogan Ingin Rebut Kota yang Dikuasai Kurdi lalu Dikembalikan ke Suku Arab
Di lokasi lain, pasukan SDF menyerang pasukan pro-Turki di sekitar kota Manbij.
Sebelum perang berkecamuk, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan ingin menciptakan zona penyangga sedalam 30 kilometer di wilayah Suriah untuk menangkal masuknya teroris dan pemberontak Kurdi yang merongrong Ankara.
Turki menganggap milisi Kurdi, seperti SDF maupun PKK/YPG, sebagai kelompok teroris karena upaya mereka memberontak dan mendirikan negara sendiri di sepanjang perbatasan. Setelah menguasai wilayah-wilayah itu, Erdogan ingin memulangkan 3,6 juta pengungsi Suriah yang kini ditampung di negaranya.
Serangan 7 hari pasukan Turki menyebabkan puluhan warga sipil tewas dari kedua pihak, sebagian besar di pihak Kurdi, serta 160.000 orang lainnya mengungsi.
Editor: Anton Suhartono