Afrika Selatan Legalkan Konsumsi Ganja untuk Pribadi, Warga Suka Cita

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 19 September 2018 - 17:23 WIB
Afrika Selatan Legalkan Konsumsi Ganja untuk Pribadi, Warga Suka Cita

Warga Afrika Selatan menghisap ganja dari sebuah pipa. (Foto: AFP)

JOHANNESBURG, iNews.id - Mahkamah Konstitusi Afrika Selatan memutuskan konsumsi ganja secara pribadi legal atau sah. Putusan itu menyatakan, kriminalisasi terhadap pengguna ganja merupakan tindakan inkonstitusional.

"Hukum yang melarang penggunaan ganja secara pribadi oleh orang dewasa adalah inkonstitusional dan karenanya tidak sah," kata Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Raymond Zondo, seperti dilaporkan AFP, Rabu (19/9/2018).

"Bukan pelanggaran pidana bagi orang dewasa untuk menggunakan atau memiliki ganja secara pribadi guna dikonsumsi pribadi," ujarnya.

Mahkamah Konstitusi juga memerintahkan parlemen untuk menyusun undang-undang baru dalam waktu 24 bulan yang mencerminkan perintah pengadilan tertinggi itu.

Kendati demikian, putusan itu tak merinci jumlah atau kadar ganja yang dapat digunakan oleh orang dewasa untuk konsumsi pribadi.

Para aktivis, termasuk anggota gerakan Rastafarian dan tabib tradisional, menyambut putusan dengan tepuk tangan meriah.

Di luar gedung Mahkamah Konstitusi, para juru kampanye pro-ganja menyalakan pipa rokok untuk merayakan berita dan mengisi udara dengan aroma khas ganja.

"Saya senang saya tidak akan mendapatkan lebih banyak catatan kriminal untuk kepemilikan (ganja)," kata warga setempat, Ruaan Wilson (29), kepada AFP.

"Sekarang, kita bisa meminta polisi untuk fokus pada obat-obatan nyata dan preman," ujarnya.

Pada Maret 2017, Pengadilan di Western Cape memutuskan bahwa larangan penggunaan ganja oleh orang dewasa di rumah adalah inkonstitusional. Putusan pengadilan itu menjadi langkah yang secara efektif mendekriminalisasi pengguna ganja di provinsi tersebut, yang mencakup Cape Town.

Para menteri, polisi, praktisi kesehatan dan perdagangan pernah menentang putusan pengadilan soal legalisasi ganja. Alasannya, ada bukti objektif dari efek berbahaya soal penggunaan ganja.

Kendati demikian, Dewan Riset Medis Afrika Selatan mematahkan kekhawatiran tersebut. Mereka meluncurkan uji coba untuk membantu menjamin kualitas, konsistensi, dan standar dari manfaat ganja untuk medis.

"Kami menggunakan ganja untuk mengobati kecemasan, kolik pada anak-anak, dan sebagai antiseptik secara rahasia selama bertahun-tahun," kata aktivis Organisasi Medis Tradisional, Phephsile Maseko.

"Sekarang kita akan bisa mengembangkan pabrik (ganja) lebih jauh," ujarnya.

Sebelumnya, memiliki, menumbuhkan, atau menggunakan ganja untuk penggunaan pribadi bahkan dalam jumlah kecil sekalipun terancam denda hingga ratusan dolar serta hukuman penjara. Hukuman bagi yang menjualnya jauh lebih tinggi.

Editor : Nathania Riris Michico