Aktivis Hong Kong Joshua Wong Ditangkap

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 24 September 2020 - 15:37 WIB
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Ditangkap

Aktivis prodemokrasi Hong Kong, Joshua Wong. (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id – Aktivis prodemokrasi Joshua Wong ditangkap oleh aparat keamanan Hong Kong, Kamis (24/9/2020) ini. Penangkapan pria itu berkaitan dengan aksi unjuk rasa yang diwarnai dengan kerusuhan di Hong Kong pada tahun lalu.

Penahanan aktivis paling terkenal di kota bekas jajahan Inggris itu menjadi peristiwa terbaru dari serangkaian penangkapan para kritikus Pemerintah China, setelah Beijing memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong pada akhir Juni lalu.

Menurut pengacaranya, Wong ditangkap karena “petemuan yang melanggar hukum” atas demonstrasi 2019 menentang larangan pemerintah atas penggunaan masker wajah—yang diberlakukan sebelum pandemi virus corona (Covid-19). Lewat akun Twitter-nya, Wong mengungkapkan, dia juga ditahan karena melanggar “undang-undang antimasker yang kejam”.

Kepada AFP, pengacara Wong, Jonathan Man mengatakan, kliennya ditangkap ketika tokoh prodemokrasi Hong Kong itu melapor ke kantor polisi mengenai kasus lain yang dihadapinya—yang saat ini sedang diproses di pengadilan. “Wong dituduh berpartisipasi dalam pertemuan yang melanggar hukum pada 5 Oktober tahun lalu, ketika ratusan orang berbaris menentang larangan antimasker yang dikeluarkan pemerintah,” kata Man, Kamis (24/9/2020).

Pada 5 Oktober 2019, ratusan pengunjuk rasa—yang hampir semuanya mengenakan masker—menggelar demonstrasi tanpa izin melalui wilayah pusat perbelanjaan populer Causeway Bay. Aksi massa itu terjadi sehari setelah pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, melarang penggunaan masker lewat instruksi darurat ala era kolonial yang sudah tidak digunakan selama setengah abad.

Malam sebelum demonstrasi itu berlangsung, Hong Kong dilanda kerusuhan. Kekacauan meluas ketika para pengunjuk rasa garis keras menghancurkan puluhan stasiun kereta bawah tanah; merusak toko-toko yang memiliki kaitan dengan China daratan; membakar barang-barang, dan; memblokir akses jalan raya.

Kerusuhan malam itu membuat sebagian besar aktivitas di Hong Kong terhenti keesokan harinya. Layanan kereta bawah tanah di kota itu ditangguhkan, dan banyak toko serta mal ditutup pada hari itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil