Alasan Ratu Elizabeth II Bunuh Impian Pangeran Harry-Meghan Gunakan Label Sussex Royal

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 19 Februari 2020 - 13:03 WIB
Alasan Ratu Elizabeth II Bunuh Impian Pangeran Harry-Meghan Gunakan Label Sussex Royal

Pangeran Inggris Harry dan Meghan saat kunjungan ke Canada House di London, 7 Januari 2020. (FOTO: DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP / POOL)

LONDON, iNews.id - Sejak Pangeran Harry dan istrinya, Meghan, mengumumkan niat mereka meninggalkan tugas Kerajaan Inggris untuk peran yang lebih 'progresif' di luar negeri, satu hal yang tidak pernah diragukan: label 'Sussex Royal' harus dilepas.

Meski terdengar bagus dan menjanjikan bagi tim agen Amerika Serikat (AS), pengacara kekayaan intelektual, dan pakar pemasaran digital; namun penggunaan label itu secara pribadi tak akan pernah disetujui oleh wasit utama semua hal di kerajaan - Ratu Elizabeth II.

Satu-satunya hal yang mengejutkan adalah bahwa ini penentangan ini mungkin sangat mengejutkan bagi pasangan bergelar Duke dan Duchess of Sussex itu sendiri.

Sejak usia dini, Harry dibesarkan dengan 'label' yang menentukan keberadaannya. Hal itu membuatnya sadar bahwa nama 'Sussex Royal' akan mudah melekat di publik.

Menurut Daily Mail, Rabu (19/2/2020), terkait definisi apa yang termasuk dan tidak dalam 'label kerajaan' tak hanya masalah kemauan Ratu Elizabeth, namun juga diatur beberapa undang-undang, termasuk Undang-Undang Merek Dagang 1994 hingga Konvensi Paris untuk Perlindungan Properti Industri tahun 1883.

Pasangan itu tidak bertarung dengan penguasa Inggris, tetapi dengan hukum negara.

Sejak dulu, orang berusaha mencari keuntungan dengan koneksi kerajaan, itulah sebabnya sejak lama ada aturan ketat yang mengatur segala sesuatu mulai dari penggunaan Royal Arms hingga penggunaan mahkota pada paket sereal.

Ini bukan soal monarki tak setuju dengan fasilitas swasta, ini tentang melindungi publik dari penipuan dan kesalahan representasi.

Harry dan Meghan tahu soal pentingnya perlindungan merek, itulah sebabnya mereka sibuk mendaftarkan 'Sussex Royal' untuk setiap jenis potensi penggunaan komersial (termasuk piyama dan buku pelajaran).

Jadi mereka tidak bisa protes ketika Ratu Elizabeth II dan pejabatnya, mewakili institusi yang melindungi labelnya sendiri selama berabad-abad, menetapkan apa yang merupakan hukum guna melindungi 'kekayaan intelektual' mereka sendiri.

Berjam-jam sebelum berangkat ke kehidupan barunya di Vancouver bulan lalu, Duke of Sussex menyampaikan pidato sedihnya pada jamuan makan malam untuk kegiatan amal, Sentebale.

Saat iut, dia berbicara soal 'kesedihannya' atas penolakan rencananya mengukir kehidupan semi-kerajaan baru yang didanai secara pribadi.

Itu adalah jawaban untuk pernyataan dari Ratu Elizabeth II pada hari sebelumnya di mana dia menyuarakan cinta dan dukungannya untuk pasangan itu, dalam upaya mereka menciptakan kehidupan baru yang bahagia dan damai.

Ungkapan Harry itu secara luas dianggap sebagai tindakan kasar, terutama mengingat kemurahan hati kata-kata Ratu Elizabeth II pada saat yang sulit.

Editor : Nathania Riris Michico