Anjing yang Pernah Dikarantina Virus Korona Mati, Kasus Pertama di Dunia

Anton Suhartono ยท Rabu, 18 Maret 2020 - 14:36 WIB
Anjing yang Pernah Dikarantina Virus Korona Mati, Kasus Pertama di Dunia

Pomeranian berusia 17 tahun mati setelah pulang dari karantina virus korona di Hong Kong (Foto: SCMP)

HONG KONG, iNews.id - Kematian terkait virus korona tak hanya dialami manusia, namun hewan. Seekor anjing di Hong Kong yang pernah dikarantina akibat suspect virus korona mati, Senin (16/3/2020).

Otoritas kesejahteraan satwa Hong Kong menyatakan, anjing jenis Pomeranian berusia 17 tahun itu sebenarnya dinyatakan negatif Covid-19, namun setelah dipulangkan mati. Ini menjadi kasus kematian anjing pertama di dunia terkait kasus virus korona.

Disebutkan, hewan peliharaan itu menjadi pasien suspect Covid-19 yang dikarantina di fasilitas satwa milik pemerintah sejak 26 Februari. Pada Sabtu pekan lalu, dia diperbolehkan pulang setelah hasil tes menunjukkan negatif dan kondisinya membaik, namun 2 hari kemudian mati.

Juru bicara Departemen Pertanian Perikanan dan Konservasi (AFCD) Hong Kong mengatakan, pihaknya mendapat kabar dari pemilik bahwa anjing tersebut mati.

"Pemilik tidak mengizinkan autopsi untuk memeriksa penyebab kematian," ujarnya, dikutip dari South China Morning Post, Rabu (18/3/2020).

Menurut dia, anjing itu menjalani lima kali tes virus korona selama di karantina. Sampel diambil dari cairan hidung dan mulut, menunjukkan hasil 'positif lemah.'

Tes kembali dilakukan pada 12 dan 13 Maret dan hasilnya negatif. Departemen pun mengizinkan anjing itu dibawa pulang.

Sang pemilik, perempuan berusia 60 tahun, lebih dulu dinyatakan terinfeksi dan dirawat di rumah sakit sejak 25 Februari. Namun dia sudah sembuh dan diperbolehkan pulang pada 8 Maret. Beberapa orang yang pernah menjalin kontak dekat perempuan itu positif terinfeksi.

Dari hasil penelitian, lanjut departemen, susunan genetik virus yang ditemukan pada anjing dan manusia memiliki kemiripan.

"Hasil urutan (gen) menunjukkan bahwa virus kemungkinan menular dari orang yang terinfeksi dan kemudian mengenai anjing," kata departemen.

Namun departemen menegaskan saat ini tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan bisa menjadi sumber penularan ke manusia.

Pemilik diminta untuk selalu menjaga kebersihaan hewan peliharaan maupun kandang serta lingkungan rumah. Pemilik tidak perlu khawatir dan dalam keadaan apa pun tidak boleh meninggalkan hewan peliharaan di rumah.

Sejauh ini, empat hewan peliharaan, yakni seekor kucing dan tiga anjing, menjalani karantina di fasilitas pemeliharaan hewan Hong Kong. Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka negatif virus korona.

Editor : Anton Suhartono