Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Desak Warga AS Terima Lonjakan Harga Dampak Perang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Apa Saja Tugas 'Pasukan Khusus AI' Bentukan Trump?

Selasa, 06 Oktober 2026 - 14:50:00 WIB
Apa Saja Tugas 'Pasukan Khusus AI' Bentukan Trump?
Donald Trump membentuk gugus tugas khusus bernama Super Intelligence Force (SIF) untuk mengoordinasikan kebijakan pemerintah terkait AI (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Siapa Saja Anggota SIF?

SIF dipimpin empat pejabat senior pemerintahan AS.

Mereka adalah:

1. Jay Clayton, Direktur Intelijen Nasional
2. Andrew Ferguson, Ketua Federal Trade Commission (FTC)
3. Emil Michael, Wakil Menteri Pertahanan untuk Riset dan Rekayasa sekaligus Kepala Teknologi Pentagon
4. Scott Kupor, Direktur Office of Personnel Management (OPM).

Gugus tugas tersebut akan melapor langsung kepada Trump dan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles.

Penunjukan Clayton menjadi perhatian karena dia berasal dari komunitas intelijen. Reuters menyebut Clayton akan berperan sebagai “AI czar” dalam memimpin upaya pemerintahan Trump terkait teknologi tersebut.

Bukan Sekadar Ganti Nama AI

Pembentukan SIF terjadi setelah Trump pada 29 September menandatangani Instruksi Presiden Nomor 14434 berjudul Peresmian Era Super Intelligence.

Perintah tersebut menginstruksikan seluruh lembaga eksekutif menggunakan istilah “Super Intelligence” dan “SI” sebagai pengganti “Artificial Intelligence” dan “AI” dalam komunikasi resmi, dokumen kebijakan, situs web, serta laporan nonstatutori.

Namun, secara definisi hukum untuk sementara, perintah tersebut tetap mengacu pada cakupan teknologi yang selama ini masuk dalam definisi AI dalam hukum federal AS. Gedung Putih juga memerintahkan penyusunan usulan definisi federal baru dalam waktu 60 hari.

Dengan demikian, “pasukan khusus AI” Trump bukanlah satuan militer baru. SIF merupakan gugus tugas lintas pemerintahan yang dirancang untuk mengoordinasikan kebijakan, mengkaji risiko dan peluang, menjembatani pemerintah dengan industri serta masyarakat, dan menjaga posisi AS dalam persaingan teknologi Super Intelligence.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut