Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Miris! Bapak di Penjara, Anaknya Malah Dijadikan Kurir Sabu 14 Kg
Advertisement . Scroll to see content

Aparat Irak Sita 6 Juta Pil Captagon dan Tangkap Sindikat Narkoba

Minggu, 01 Mei 2022 - 12:06:00 WIB
Aparat Irak Sita 6 Juta Pil Captagon dan Tangkap Sindikat Narkoba
Jutaan pil Captagon asal Suriah yang disita aparat, tahun lalu. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

BAGHDAD, iNews.id – Pasukan keamanan Irak menggagalkan perdagangan narkoba dan menyita lebih dari 6 juta pil Captagon dari tangan para pelaku. Aparat juga menangkap beberapa orang terkait dengan kasus itu.

Alarabiyah melansir, negara tetangga Irak di sebelah barat laut, yakni Suriah, adalah produsen Captagon utama di Timur Tengah.

“Pasukan Irak menyita sekitar 6,2 juta pil dari sebuah gudang di barat daya Ibu Kota Baghdad. Obat-obatan ini akan didistribusikan di wilayah Baghdad dan provinsi-provinsi lain,” ungkap Badan Keamanan Nasional Irak dalam sebuah pernyataan, akhir pekan ini.

Aparat menangkap tiga warga Irak dan empat tersangka dari negara-negara Arab lainnya, sehubungan dengan jaringan penyelundupan narkoba itu.

Pasukan keamanan Irak juga membubarkan jaringan narkoba kedua setelah seorang warga negara Arab kedapat memiliki 6 kilogram ganja. Dua anak buah pelaku juga ditahan.

“Ke-10 tersangka ini mengaku memiliki hubungan dengan jaringan perdagangan narkoba internasional,” kata badan itu lagi.

Di Irak, para pelaku perdagangan narkotika dapat dihukum dengan hukuman mati.

Perdagangan Captagon di Timur Tengah tumbuh secara drastis pada 2021 hingga mencapai 5 miliar dolar AS. Kondisi itu menimbulkan peningkatan risiko kesehatan juga keamanan di kawasan tersebut.

Captagon adalah nama dagang dari obat yang awalnya dipatenkan di Jerman pada awal 1960-an yang mengandung stimulan jenis amfetamina yang disebut fenethylline. Obat ini digunakan untuk mengobati orang-orang yang memiliki masalah dalam berkonsentrasi, narkolepsi, dan berbagai kondisi lainnya.

Obat tersebut kemudian dilarang dan masuk dalam daftar obat-obatan terlarang yang hampir secara eksklusif diproduksi dan dikonsumsi di Timur Tengah.

Penjualan dan penggunaan obat-obatan di Irak melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Pasukan keamanan telah meningkatkan operasi dan membuat pengumuman hampir setiap hari tentang penyitaan atau penangkapan yang terkait dengan perdagangan narkoba itu.

Dalam tiga bulan pertama tahun ini, pasukan keamanan Irak menahan 18 tersangka pengedar narkoba di Provinsi Anbar. Lebih dari 3 juta pil Captagon disita dalam periode yang sama.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut