Arata Isozaki dari Jepang Raih Penghargaan 'Nobel Arsitektur' Pritzker
Dengan rambut yang sudah beruban dan kegemarannya memakai kerah kemeja gaya Ketua Mao, arsitek Jepang yang terkenal ini merancang bangunan di empat benua, dari tempat olahraga hingga gedung perkantoran dan museum.
Karya-karyanya dibangun di atas filosofi mentornya, Kenzo Tange, seorang arsitek modernis yang karyanya tersebar di seluruh dunia dan yang menerima penghargaan Pritzker pada 1987.
Selain dari pandangan kosmopolitannya, Isozaki juga dikenal karena tidak pernah membatasi dirinya pada satu gaya.
"Kesenangan saya adalah menciptakan hal yang berbeda, bukan hal yang sama," katanya kepada ArchDaily pada 2017.
Dua elemen utama dari karyanya -kosmopolitanisme dan keinginan untuk berbaur dengan lingkungan- ditemukan dalam satu kesatuan di Palau Sant Jordi, Barcelona.