Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menhan AS Bantah Nyaris Kehabisan Rudal untuk Tangkis Serangan Iran
Advertisement . Scroll to see content

AS Dilanda Wabah Virus Siklosporiasis, Lebih dari 10.000 Kasus 2 Orang Tewas

Kamis, 06 Agustus 2026 - 12:41:00 WIB
AS Dilanda Wabah Virus Siklosporiasis, Lebih dari 10.000 Kasus 2 Orang Tewas
Wabah siklosporiasis menyebar ke 47 dari 50 negara bagian Amerika Serikat AS (Foto: CDC AS)
Advertisement . Scroll to see content

"Kasus yang didapat di AS pada periode 1 Mei hingga 3 Agustus 2026: Kasus yang dikonfirmasi laboratorium sebanyak 10.468," bunyi pernyataan CDC, dikutip Kamis (6/8/2026).

Apa Itu Siklosporiasis?

Siklosporiasis adalah penyakit infeksi pada saluran pencernaan disebabkan oleh Cyclospora cayetanensis, yaitu parasit mikroskopis (protozoa) yang menginfeksi usus manusia. 
Setelah masuk ke dalam tubuh, parasit ini menyerang lapisan usus halus sehingga mengganggu proses penyerapan cairan dan nutrisi.

Gejala yang paling khas adalah diare berair dalam jumlah banyak, yang dalam kasus tertentu bisa sangat hebat hingga disebut sebagai "diare eksplosif". Istilah ini bukan berarti terjadi ledakan secara harfiah, melainkan menggambarkan diare yang muncul sangat mendadak, berfrekuensi tinggi, dan volume tinja sangat banyak.

Selain diare, penderita bisa mengalami kram perut, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, perut kembung, kelelahan, demam ringan, serta penurunan berat badan akibat kehilangan cairan dan terganggunya penyerapan nutrisi.

Penularan Melalui Makanan dan Air yang Terkontaminasi

Parasit Cyclospora umumnya menyebar melalui konsumsi buah-buahan segar, sayuran mentah, atau air minum yang terkontaminasi. Dalam wabah kali ini, sumber penularan diduga berasal dari selada iceberg yang dikirim dari Meksiko.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut