Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ayah Meghan Markle Ditangkap, Diduga Simpan Materi Pelecehan Seksual Anak
Advertisement . Scroll to see content

AS Gelar Sayembara Rp360 Miliar bagi Siapa Saja yang Beri Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 - 03:05:00 WIB
AS Gelar Sayembara Rp360 Miliar bagi Siapa Saja yang Beri Informasi Nuklir Iran
AS menggelar sayembara Rp362,2 miliar bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi mengenai program nuklir Iran (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menggelar sayembara berhadiah 20 juta dolar atau sekitar Rp362,2 miliar bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi mengenai program nuklirIran. Pememang sayembara juga akan dijanjikan kepindahan.

Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan, sayembara ini digelar oleh Departemen Luar Negeri Deplu) AS di bawah program 
Rewards for Justice. Informasi yang dibutuhkan AS adalah fasilitas, peralatan, serta personel terkait yang bekerja pada lembaga-lembaga ilmiah yang menjalankan program nuklir.

Program seperti ini telah dijalankan Deplu AS sejak 1984, memberikan penghargaan kepada individu maupun entitas terkait keamanan nasional yang bertujuan melindungi nyawa dan kepentingan AS.

"Ketidakpatuhan Iran terhadap IAEA (Badan Energi Atom Internasional) mengenai kewajiban pengamanan telah menyebabkan hilangnya ‘kontinuitas pengetahuan’ badan tersebut mengenai produksi dan inventaris komponen kunci Iran seperti sentrifugal," bunyi pernyataan Deplu AS.

Tidak disebutkan parameter spesifik mengenai informasi apa yang dibutuhkan sehingga layak diganjar hadian 20 juta dolar.

Trump berulang kali mengatakan, pasukan AS telah menghancurkan program nuklir Iran dalam serangan pada Juni 2025.

“Jika kita tidak menyerang Iran, Israel sudah tidak ada lagi hari ini. Jika memiliki senjata nuklir, mereka akan menggunakannya. Mereka akan menghancurkan Timur Tengah,” kata Trump.

Namun Presiden juga mengatakan, Iran sangat ingin mengakhiri konflik. 

“Kita sedang berurusan dengan mereka sekarang. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut