AS Hapus Sudan dari Daftar Negara Sponsor Terorisme usai Normalisasi Hubungan dengan Israel

Arif Budiwinarto ยท Sabtu, 24 Oktober 2020 - 13:50:00 WIB
AS Hapus Sudan dari Daftar Negara Sponsor Terorisme usai Normalisasi Hubungan dengan Israel
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menepati janjinya menghapus Sudan dari daftar negara sponsor terorisme usai menormalisasi hubungan dengan Israel. (foto: AFP)

KHARTOUM, iNews.id - Amerika Serikat menghapus Sudan dari daftar negara yag mensponsori terorisme. Kesepakatan itu telah ditandatangani oleh Presiden Donald Trump bersamaan dengan kesepakatan normalisasi hubungan Sudan-Israel.

Pengumuman normalisasi hubungan Israel-Sudan diumumkan oleh Presiden Donald Trump, Jumat (23/10/2020) wakt setempat. Sudan mengikuti jejak dua negara Arab lainnya, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain yang resmi menjalin hubungan diplomatik dengan negara Yahudi di tahun 2020.

Bersamaan dengan kesepakatan normalisasi, Trump memenuhi janjinya mengeluarkan Sudan dari daftar negara sponsor terorisme setelah tercapai kesepakatan normalisasi dengan Israel.

"Trump secara resmi menandatangani perintah untuk menghapus Sudan dari daftar negara yang mensponsori terorisme," isi pernyataan Dewan Soverign Sudan dikutip dari Anadoulu Agency, Sabtu (24/10/2020).

"Sebentar lagi hari ini akan diumumkan sebagai hari bersejarah bagi Sudan dan revolusinya," lanjut isi pernyataan.

AS masukan Sudan sebagai sponsor terorisme sejak 22 tahun lalu

Sebelumnya, Trump mengatakan via medsos Twitter bahwa Sudan setuju untuk membayar kompensasi 335 juta dolar AS kepada warga Amerika Serikat yang menjadi korban teror.

"Setelah disimpan, saya akan mencabut Sudan dari negara sponsor terorisme," kata Trump.

AS menuduh Sudan di bawah pemerintahan Omar al-Bashir bertanggug jawab atas serangan terhadap kepentingan AS termasuk kapal perusak USS Cole pada 2000 dan pengeboman Kedubes AS di Kenya dan Tanzania pada 1998.

AS telah memasukan Sudan dalam daftar negara sponsor terorisme sejak 1993 sebagai tuan rumah pemimpin organisas teror Al-Qaeda.

Editor : Arif Budiwinarto